Luar Biasa, Di usia 77 Tahun, Daoed Joesoed Masih Menulis Buku tentang "Emak"-nya

Kenangan itu dibukukannya menjadi kumpulan tulisan dengan judul "Emak".

Luar Biasa, Di usia 77 Tahun, Daoed Joesoed Masih Menulis Buku tentang
KOMPAS/ANTONIUS WISNU NUGROHO
KOMPAS/ANTONIUS WISNU NUGROHO Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Daoed Joesoed dan buku Emak yang ditulisnya. 

POS KUPANG.COM--APA yang kira-kira akan Anda kenang di usia senja? Anak cucu? Atau, catatan prestasi semasa hidup?

Daoed Josoef, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Soeharto (1978-1983), mengenangkan ibunya yang ia panggil "emak" di usia 77 tahun pada 2003 lalu. Kenangan itu dibukukannya menjadi kumpulan tulisan dengan judul "Emak".

Buku setebal 408 halaman tersebut merupakan memoar, peristiwa dan kenangan yang dia ingat tentang emaknya.

Tidak semuanya ditulis. Yang ditulis hanya tentang tutur kata, perbuatan dan budi pekerti yang terkenang dan mengesan dalam memori Daoed Joesoef di usia lebih dari 77 tahun.

Hari ini, Senin (8/8/2016), Daoed genap berusia 90 tahun. Jangan membayangkan dia sedemikian sepuhnya sehingga sulit diajak bicara.

Seperti diberitakan Harian Kompas di halaman 12 hari ini, fisik Daoed memang sudah agak turun, tapi pikirannya masih terstruktur dan lincah membahas masa lalu, kini, dan esok.

Semasa menjadi menteri, ia lebih bertindak sebagai pendidik ketimbang "sekadar" sebagai pembantu presiden. Di era Soeharto begitu berkuasa, ia berani berbeda pendapat, mengingatkan, bahkan mengkritik Soeharto dan Ibu Tien.

Di tahun itu, ia sudah bicara mengenai pentingnya pendidikan karakter. Sampai hari ini pun ia masih meyakini itu.

"Sebagai gambaran, mayoritas masyarakat percaya bahwa anak harus disekolahkan agar pandai, tapi saya meyakini itu tidak cukup. Keahlian membaca, menulis, dan berhitung memang berguna. Anak harus membangun karakter," kata Daoed, dikutip dari Harian Kompas. Baca: Genap 90 Tahun, Daoed Joesoef Bicara soal Pendidikan...

Daoed Joesoef adalah salah seorang tokoh besar bangsa ini. Perjalanan hidupnya dan kontribusinya bagi negeri ini terentang dari masa penjajahan Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru, hingga reformasi.

Halaman
123
Editor: Ferry Jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved