Pengantar Lihat Ada Percikan Api, Penumpang Memilih Batal Terbang

Sebanyak 20 orang penumpang Lion Air dari Bandara AA Bere Tallo Atambua menuju Kupang, Minggu (7/8/2016) sore memilih membatlkan Penerbangan. Sedangka

Pengantar Lihat Ada Percikan Api, Penumpang Memilih Batal Terbang
POS KUPANG/EDY BAU
POS KUPANG/EDY BAU Inilah pesawat wings air yang mengalami gangguan saat akan take off dari Bandara AA Bere Tallo Atambua menuju Kupang, Minggu (7/8/2016) sore. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Sebanyak 20 orang penumpang Lion Air dari Bandara AA Bere Tallo Atambua menuju Kupang, Minggu (7/8/2016) sore memilih membatlkan Penerbangan. Sedangkan 10 lainnya tetap memilih terbang bersama pesawat tersebut.

Hal ini terjadi lantaran pesawat wings air jenis ATR 72-500 mengalami gangguan teknis. Bahkan sejumlah saksi mata di sekitar Bandara itu mengaku sempat melihat adanya percikan api pada salah satu sayap pesawat berkapasitas 71 orang ini.

"Kami dari pukul12.30 wita di sini antar keluarga yang mau berangkat. Tadi sudah siap berangkat tapi sempat ada percikan api dari sayap pesawat," kata seorang ibu yang enggan menyebut namanya.

Akibat gangguan teknis ini, penerbangan yang harusnya berangkat pukul 13.00 wita ini tertunda beberapa jam.

Heribertus Mau, salah satu penumpang pesawat kepada Pos Kupang di Bandara AA Bere Tallo mengatakan, dirinya tidak mau mengambil resiko karena sudah ada pertanda.

Karena itu dia memilih menggunakan jalan darat menuju Kupang. Apalagi, lanjutnya, mereka diminta turun dari pesawat termasuk semua barang bawaanm hal itu menandakan gangguan serius.

"Lebih baik minta kembali uang dan ikut jalan darat. Tadi sudah ada tanda. Saya tidak mau ambil resiko," ujarnya.

Dikatakannya, tiket yang dibelinya seharga Rp 330.000 sudah dikembalikan dan dirinya terpaksa menggunakan bus atau rental mobil.

Penumpang lainnya, Ansel Tallo tampak kecewa karena harus tertunda keberangkatan. Dia menolak ketika pihak maskapai meminta mereka untuk kembali menumpang pesawat setelah diperbaiki namun dia menolak.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help