Catat Hal Ini, Sebelum Anda Melihat Lukisan Istana Negara

Sebuah pameran biasanya memiliki aturan dan tata cara untuk menyaksikan artefak yang dipamerkan.

Catat Hal Ini, Sebelum Anda Melihat Lukisan Istana Negara
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Pengunjung melihat lukisan koleksi Istana Negara dalam pameran bertajuk Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (2/8/2016). Pameran menampilkan 28 karya dari 20 maestro lukis Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah hingga Presiden Soekarno, berlangsung untuk umum dari 2-30 Agustus. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Sebuah pameran biasanya memiliki aturan dan tata cara untuk menyaksikan artefak yang dipamerkan. Tak terkecuali pameran "Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia".

Pameran yang diselenggarakan mulai 2-30 Agustus 2016 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat ini buka setiap hari dari pukul 09.00-20.00 WIB dan gratis biaya masuk.

Meski begitu ada beberapa perarturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung, yakni dilarang memotret lukisan secara close up dan menggunakan lampu kamera guna menghindari plagiarisme, dilarang membawa tongsis ataupun benda tajam lainnya yang dikhawatirkan dapat merusak lukisan, serta dilarang membawa makanan atau minuman ke dalam ruang pamer.

Jalur Pameran

Hal lain yang patut Anda perhatikan adalah jalur pameran. Pameran Goresan Juang Kemerdekaan terbagi dalam tiga sub tema. Tema pertama adalah potret tokoh penting perjuangan kemerdekaan Indonesia yang akan didapati pengunjung saat pertama memasuki ruang pameran.

Anda dapat melihat lukisan potret "Pangeran Diponegoro Memimpin Perang" karya Basoeki Abdullah, "H.O.S Tjokroaminoto" karya Affandi, "Potret Jendral Sudirman" karya Gambiranon Suhardi, dan lukisan-lukisan lainnya.

Pengunjung akan memasuki ruang dengan tema kondisi sosial masyarakat masa revolusi. Di ruangan ini Anda dapat menyaksikan lukisan yang sarat akan kritik sosial dan menggambarkan kepedihan masa revolusi Indonesia.

Beberapa lukisan seperti "Awan Berarak Jalan Bersimpang" dan "Biografi II di Malioboro" karya Harijadi Sumadidjaja, "Di Depan Kelambu Terbuka"

Anda juga akan menemukan lukisan-lukisan dengan tema Kenusantaraan. Lukisan-lukisan di sini melambangkan kekayaan sumber daya manusia dan alam Indonesia seperti lukisan "Margasatwa dan Puspita Nusantara" karya Lee Man Fong.

Usai tiga ruangan tersebut, Anda akan mendapati pameran foto 71 tahun kemerdekaan Indonesia yang tak memiliki penjelasan. Panitia membebaskan pengunjung untuk menafsirkan arti foto-foto tersebut. Ruangan lainnya adalah ruang timeline sejarah tentang lukisan koleksi Istana Negara. (Kompas.com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved