Paduan Suara Smater Maumere Juara di Bali

Paduan Suara (PS) SMAK Frateran Maumere atau Gita Smater Choir (GSC) kembali mengukir prestasi yang sangat membanggakan.

Paduan Suara Smater Maumere Juara di Bali
ISTIMEWA
GSC - Anggota paduan suara SMAK Frateran Maumere atau Gita Smater Choir (GSC) yang mengikuti Bali International Choir Festival 2016 tanggal 25-31 Juli 2016. 

POS KUPANG.COM, MAUMERE - Paduan Suara (PS) SMAK Frateran Maumere atau Gita Smater Choir (GSC) kembali mengukir prestasi yang sangat membanggakan pada Bali International Choir Festival 2016 yang berlangsung di Sanur Paradise tanggal 25-31 Juli 2016.

GSC yang beranggotakan 37 orang peserta itu membawa pulang dua emas dan satu perak. Selain itu, GSC mencetak sejarah baru pada kompetisi kali ini. Sejarah baru yang ditorehkan GSC adalah pada kategori lomba Folklore. Pada kategori ini GSC meraih predikat the winner category setelah mengalahkan puluhan kelompok paduan suara dari dalam negeri dan luar negeri. Salah satu yang menjadi pesaing GSC adalah paduan suara dari Manila, Philipina.

Kepala Sekolah SMAK Frateran Maumere, Fr. Polikarpus, BHK, S.E, M.Pd, dalam press release kepada Pos Kupang Biro Maumere dari Denpasar Bali, Minggu (31/7/2016) sore, menjelaskan, dalam Festival Paduan Suara Internasional tersebut, GSC berkompetisi pada tiga kategori lomba, yaitu Folklore, Scenic Folklore dan Teenager's. Setiap kategori wajib menyanyikan dua lagu kecuali Scenic Folklore yang hanya satu lagu. Jadi GSC harus menyanyikan lima buah lagu.

Pada kategori Folklore, GSC membawakan dua buah lagu, yakni Bulu Gila, composer oleh Christian Izaac Tamaela, dan Yamko Rambe Yamko, composer oleh Agustinus Bambang Jusana.

Di Kategori Scenic Folklore, GSC membawakan lagu dari nian Sikka, yakni Tena Reta Iung, composer oleh Christian Izaac Tamaela. Sedangkan di kategori Teenager's. GSC membawakan lagu Sing When The Spirit Says Sing, composer oleh Jesse Vaughn, dan lagu Kalwedo Basudara composer oleh Christian Izaac Tamaela.

Fr. Poly menggambarkan, kategori yang sangat membanggakan bagi GSC adalah kategori Folklore dan kategori Scenic Folklore. Pada kategori Folklore, dua lagu yang dibawakan sangat mencuri hati dewan juri yang berasal dari lima kebangsaan karena Intonation, Quality of Sound, Accuracy to the Score serta Artistic Overall sangat bagus, sehingga meraih final score 30,38. Di kategori ini juga, GSC meraih predikat the winner category.

Sedangkan di kategori Scenic Folklore, papar Fr. Poly, juga sangat memikat hati dewan juri karena Intonation, Quality of Sound, Accuracy to the Score serta Artistic Overall sangat bagus sehingga meraih final score 30,20. Pada dua kategori ini, Gita Smater Choir (GSC) menggondol dua medali emas.

Dijelaskan Fr. Poly, yang menjadi juri pada kategori ini berasal dari lima negara, yaitu Spanyol (Josu Elberdian), Malaysia (Susanna Saw), Korea (Monica Hwang Hwa Sook), USA (Emily Howe) serta Indonesia (Andreas Sugeng Budiraharjo).

"Dalam Festival Paduan Suara Internasional 2016 ini, tercatat 122 kelompok paduan suara yang ikut berkompetisi. Selain kelompok paduan suara yang berasal dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia, juga berasal dari beberapa negara, yaitu Philipina, Singapura, Malaysia, Korea dan Italia. Para dewan juri dalam festival ini juga berasal dari berbagai negara," ujar Fr. Poly. (ris)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help