Berita Flores Lembata Alor

Sekda Flotim: Yosni Itu Siapa?

Sekretaris Daerah Flotim, Anton Tonce Matutina, melaporkan Yosni Herin ke Polres Flotim, Rabu (27/7/2016).

Sekda Flotim: Yosni Itu Siapa?
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
KONFERENSI PERS - Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Anton Tonce Matutina, saat konferensi pers di ruang kerjanya, Kamis (28/7/2016). 

Laporan wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu

POS KUPANG.COM, LARANTUKA - Sehari setelah Yoseph Lagadoni Herin mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Flotim periode 2011-2016, Selasa (26/7/2016), Sekretaris Daerah Flotim, Anton Tonce Matutina, melaporkan Yosni Herin ke Polres Flotim, Rabu (27/7/2016).

Mantan Bupati Flotim itu dilaporkan ke polisi atas dugaan pemfitnahan, penghinaan dan pencemaran nama baik dengan menyebut di dalam pemberitaan media cetak, media online dan televisi bahwa ijazah Sekda Matutina adalah palsu.

Sekda Tonce Matutina didampingi pengacara Stefanus Matutina, S.H dan mewakili keluarga Petrus Tadon Kedang, menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, Kamis (28/7/2016). Dalam konferensi pers itu, Sekda Matutina menyatakan sudah melaporkan Yosni Herin ke polisi.

Kapolres Flotim, AKBP Yandri Irsan, melalui Kasat Reskrim, Iptu Silfianus Hardi, kepada Pos Kupang membenarkan laporan tersebut. Dikatakan Hardi, Sekda Tonce Matutina melapor pada hari Rabu (27/7/2016). "Laporannya kita telah terima dan kita akan kaji. Masalahnya akan kita selidiki dulu," kata Hardi.

Dalam keterangan persnya, Sekda Tonce Matutina mengatakan, Yosni Herin harus mempertanggungjawabkan pernyataannya di depan hukum. Yosni Herin tidak berkewenangan menyatakan ijazah seseorang itu palsu.

"Yosni itu siapa bisa nyatakan ijazah saya palsu? Saya membuktikan janji saya bahwa tanggal 27 Juli saya melapor Yosni," kata Sekda Matutina.

Tonce Matutina mengatakan, sejak pemberitaan media per 20 Juni 2016, ia sebenarnya ingin melapor ke polisi. Niat melapor diurungkan demi menjaga etika birokrasi, karena tidak baik seorang sekda kisruh dengan bupati.
Alasan lain, juga untuk menjaga jangan sampai ada anggapan di masyarakat bupati dan sekda sedang berkonflik. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved