Perempuan Asal Indonesia Pidato Dukung Hillary di Konvensi Partai Demokrat

"Deg-degan sih ya, tapi ya bangga juga, enggak menyangka bakal bisa berbicara di depan ribuan orang," ungkap Imamatul.

POS KUPANG.COM, PHILADELPHIA--Imamatul Maisaroh, perempuan Indonesia yang berpidato di panggung Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia, Selasa malam lalu mengaku bangga dengan kesempatan yang diterimanya.

"Deg-degan sih ya, tapi ya bangga juga, enggak menyangka bakal bisa berbicara di depan ribuan orang," ungkap Imamatul, dalam wawancara dengan VOA Indonesia.

Nama perempuan yang tumbuh di Malang, Jawa Timur ini menjadi perbincangan setelah dia diminta untuk berbicara di panggung utama konvensi Partai Demokrat.

Dia menyampaikan pidatonya beberapa saat sebelum Presiden Amerika ke-42 Bill Clinton menyampaikan pidato di panggung yang sama.

Ima adalah penyintas aksi perdagangan manusia. Dalam pidatonya itu, dia menceritakan pengalaman traumtisnya disiksa sang majikan selama tiga tahun sejak 1997.

"Sebelum ada hukum yang memetakan dan mengatur perlindungan korban, bahkan sebelum saya lepas dari siksaan majikan saya, Hillary Clinton sudah menunjukkan kepedulian tentang isu ini," ungkap dia dalam pidatonya.

Ima mengaku prihatin dengan maraknya kasus kekerasan kepada kaum pekerja. Dia lantas mengajak para pekerja untuk berani melaporkan apa yang mereka alami.

"Saya pengin lihat presiden perempuan dan AS belum pernah punya presiden perempuan. Lagi pula sejak muda dia kerjanya di bidang kemanusiaan, dia itu peduli dengan rakyat kecil," ungkap Ima dalam wawancara itu.

Kini, meski telah menjadi warga negara AS dan duduk sebagai anggota dewan penasihat Presiden Barack Obama dalam bidang perdagangan manusia berencana akan membantu memberantas kasus perdagangan manusia di Indonesia.

Kini, Ima mengisi kesehariannya dengan bekerja dalam koalisi pemberantasan perbudakan dan perdagangan manusia yang bermarkas di Los Angeles, California.*

Editor: Hyeron Modo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved