Lipsus Kejaksaan NTT

Ulah Jaksa Coreng Citra Kejaksaan

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Jhon W Purba, SH meminta jajaran kejaksaan harus bermata elang dalam setiap penanganan kasus korupsi.

Ulah Jaksa Coreng Citra Kejaksaan
POS KUPANG/ARIS NINU
Ilustrasi: Kajari Maumere,Martiul,S.H sedang pose bersama para jaksa dan staf Kejari Maumere usai HUT Adhiyaksa Ke-55 di Kejari Maumere, Rabu (22/7/2015) 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Jhon W Purba, SH meminta jajaran kejaksaan harus bermata elang dalam setiap penanganan kasus korupsi.

Langkah itu dilakukan dengan melihat kedalaman yang luar biasa sampai seluk beluk penegakan hukumnya. Akibat ulah oknum jaksa, citra kejaksaan pun ikut tercoreng.

"Jaksa harus jeli, tanggap dan konsisten dan komitmen dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sebagai jaksa. Untuk itu jaksa harus melihat kedalaman yang luar biasa sampai ke seluk beluk dalam penegakan hukum," ungkap Purba kepada wartawan usai menjadi inspektur HUT ke-56 Adhyaksa di halaman Kejati NTT, Jumat (22/7/2016).

Ia mencontohkan, kejelian yang dilakukan jaksa dari apakah pengelolaan anggaran di instansi pemerintah sudah berlangsung baik. Selain itu, ujarnya, harus mengecek fisik proyek bangunan apakah sesuai dengan kontrak atau sebaliknya.

Untuk pembenahan di kejaksaan, Purba mengatakan Jaksa Agung sudah mengeluarkan sembilan perintah diantaranya menjadi jaksa yang berintegritas, jujur dan ikhlas untuk melakukan penegakan hukum.

Tak hanya itu jaksa harus komit dalam melaksanakan tugas dan tanggap serta mampu menyerap aspirasi masyarakat dalam penegakan hukum yang dilakukan kejaksaan.
Ia menambahkan, jaksa juga harus memiliki semangat dalam melaksanakan tugas dan menghindari tindakan yang menghambat percepatan pembangunan. Untuk itu harus diutamakan pencegahan supaya pengelola proyek tidak terjerat masalah hukum.

Dikatakannya, jaksa agung juga prihatin lantaran ada jaksa yang terlibat korupsi, narkoba dan tindak pidana lain. Ulah jaksa itu mencoreng citra kejaksaan. Padahal untuk memperbaiki citra yang buruk membutuhkan waktu yang lama.

"Bila terlibat kasus-kasus tersebut sikap jaksa agung tegas dengan memecat jaksa yang bermasalah. Setidaknya sudah ada 60 orang terdiri jaksa dan pegawai tata usaha karena persoalan narkoba, penggelapan barang rampasan hingga membolos kerja," kata Jhon.

Kepala Humas, Shirley Manutede, S.H, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu menjelaskan, dalam rangka HUT ke-56 Adhiyaksa ini, pihaknya melaksanakan kegiatan bersama-sama.

Mereka melibatkan karyawan juga para jaksa dari tiga instansi kejaksaan itu. Kolaborasi ketiga instansi ini untuk sama-sama mengikuti perlombaan beberapa jenis olahraga termasuk acara perkunjungan ke para purnaja dan ake panti asuhan. (aly)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved