Putra NTT Richard Poyk Menjadi Direktur LPP RRI

Putra Nusa Tenggara Timur (NTT), Richard Poyk dipercayakan menjabat Direktur Layanan dan

Putra NTT Richard Poyk Menjadi Direktur LPP RRI
IST
Richard Poyk

POS KUPANG.COM, JAKARTA -Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menunjuk Mohammad Rohanuddin sebagai Direktur Utama (Dirut) periode 2016-2021 bersama lima jajaran direksi lainnya.

Putra Nusa Tenggara Timur (NTT), Richard Poyk dipercayakan menjabat Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI.

"Proses pemilihan berjalan luar biasa dengan dinamikanya karena seluruh calon memiliki kemampuan terbaik," kata Dewas LPP RRI Tantri Relatami saat dikonfirmasi di Jakarta Kamis (20/7/2017) dinihari.

Selain menunjuk Rohanuddin sebagai Dirut, jajaran Dewas LPP RRI juga memilih Soleman Yusuf sebagai Direktur Program dan Produksi, Richard Poyk (Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha), Rahadian Gingging (Direktur Teknologi Media Baru), Nurhanuddin Ar (Direktur SDM dan Umum) dan Hari Sudaryanto (Direktur Keuangan).

Tantri mengungkapkan proses pemilihan Direksi LPP RRI periode 2016-2021 diawali pembentukan tim Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari unsur akademisi, profesional dan publik sekitar Maret 2016.

Selanjutnya, tim Pansel membuka pendaftaran calon yang berjumlah 87 kandidat dari berbagai calon untuk mengikuti rangkaian berbagai tahapan tes seperti kesehatan, assesment, penyampaian visi dan misi hingga tes uji kepatutan dan kelayakan.

Usai tes kepatutan dan kelayakan pada 19-20 Juli 2016, tim Dewas LPP RRI menggelar rapat untuk memutuskan enam direksi yang terbaik untuk memimpin radio milik pemerintah selama lima tahun mendatang.

Tantri mengungkapkan setiap posisi direktur terdapat tiga orang calon untuk diseleksi menduduki satu jabatan direktur.

Tantri optimistis keenam direksi itu akan membawa kemajuan bagi LPP RRI selama lima tahun mendatang sesuai dengan visi dan misi sebagai radio yang terpercaya dan terkemuka.

Bahkan Tantri menyatakan penetapan keenam direksi itu melalui proses yang panjang dan pendalaman untuk menggali seluruh aspek kemampuan setiap kandidat yang disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini.

"Seluruh aspek setiap kandidat direksi dinilai seperti integritas, kompetensi, perilaku, manajerial dan pendalaman visi misi," ujar Tantri. (*)

Editor: Putra
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help