Komunitas Sastra Nian Tana: Jangan Terus Korbankan Perempuan

Wujud sentilan dari para seniman tersebut melalui pementasan teater berjudul Du'a Buhu Gelo.

Komunitas Sastra Nian Tana: Jangan Terus Korbankan Perempuan
POS KUPANG/JOHN TAENA
Para anggota Komunitas Sastra Nian Tana (Kahe) sedang mempersiapkan diri untuk pementasan teater dalam acara Panggung Perempuan Biasa di Taman Dedari Sikumana Kupang, Sabtu (16/7/2016). 

Laporan wartawan Pos Kupang, John Taena

POS KUPANG.COM, KUPANG- Budaya feodalisme patriarkal yang hingga kini masih melekat dalam kehidupan warga Nusa Tenggara Timur membuat kaum perempuan menjadi korban. Fakta tersebut dikritisi Komunitas Sastra Nian Tana (Kahe), sebuah kelompok seniman asal Kabupeten Sikka.

Wujud sentilan dari para seniman tersebut melalui pementasan teater berjudul Du'a Buhu Gelo. Kisah yang diangkat dari ceritera rakyat setempat, oleh anggota kelompok seniman itu dikemas dalam bentuk teater.

"Du'a Buhu Gelo merupakan cerpen refleksi dinamis-transformatif atas realitas masyarakat yang menghidupi kisah cerita rakyat Du'a Buhu Gelo. Realitas masyarakat itu adalah situasi sosial, politik, dan kebudayaan masyarakat Sikka," ujar koordinator Kahe, Antonius Eka Putra Nggalu di Taman Dedari Sikuman Kupang.

Sebagai seniman, lanjutnya, Komunitas Kahe terpanggil untuk bersama para seniman lainnya untuk ikut memerangi berbagai kasus tindak kekerasan terhadap perempuan. Juga kasus human trafficking. (*)

Penulis: John Taena
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help