Butuh Keteladanan

Menjadi dibutuhkan keteladanan, wibawa, kemampuan managerial dan integritas mumpuni serta menghargai karya kepemimpinan sebelumnya.

Butuh Keteladanan
POS KUPANG.COM/PETRUS PITER
Marthinus Umbu Djoka 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Petrus Piter 

Menjadi pemimpin tidaklah mudah tapi juga tidak sulit. Seorang pemimpin  dibutuhkan keteladanan, wibawa, kemampuan managerial dan integritas mumpuni serta menghargai karya kepemimpinan sebelumnya. Kesederhanaan dan selalu melihat orang kecil, menjadikannya pas di mata rakyat.

Karena itu sebagai putra Sumba Tengah merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap keberlanjutan  Kabupaten Sumba Tengah yang kini  berusia  9 tahun  menuju ke depan lebih baik.

Demikian Marthinus Umbu Djoka, S.Hut, M.Si, yang kini menjabat sebagai asisten bidang ekonomi dan pembangunan Setda Sumba Tengah. Dia siap bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan Sumba Tengah paskah Drs.Umbu Sappi Pateduk dan Umbu Dondu, BBA tahun 2018 mendatang.

Pria kelahiran Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, 27 Mei 1961, anak  kedua dari tujuh  bersaudara,  buah kasih  pasangan Umbu Kadebu Lakinuga (almarhum) dan Rambu Lawu,  sepenuhnya menyerahkan niat tersebut kepada Yang Maha Kuasa. Baginya bila Tuhan berkenan dan rakyat menghendaki,  sesuatu yang tak mungkin bisa  terjadi.

Suami dari Dra. Warsiati dan ayah dari 3 orang anak masing-masing dr. Swievenia Rambu Sabati,  Michelia Rambu Lawu, SKM (PNS) dan Tectona Umbu
Kadebu (mahasiswa), mengaku enjoy menjalani tugas baru sebagai asisten bidang ekonomi dan pembangunan Setda Sumba Tengah.  Memang dilihat dari sisi  manajemen , lebih baik berada di dinas ketimbang memangku jabatan sekarang. Namun, secara  pribadi, dirinya  menikmati pekerjaan saat ini.

Bagi Umbu Djoka, demikian dirinya disapa,   keputusan untuk maju bertarung pada pilkada mendatang berangkat dari sebuah keinginan mengabdikan diri membangun Sumba Tengah ke depan lebih baik. Saat ini, pondasinya telah diletakkan Drs.Umbu Sappi Pateduk dan Umbu Dondu, BBA, dan dirinya siap melanjutkan program kerja kepemimpinan sebelumnya,  terutama berkaitan dengan pembangunan di bidang ekonomi yakni tiga  gerakan moral, kembali ke kebun,  hidup hemat, dan desa aman.

Di sini dibutuhkan penegasan pada tataran aplikasi lapangan,  dimana benih disiapkan pemerintah dan  rakyat harus dipaksa menanam. Sebab etos kerja rakyat Sumba Tengah masih rendah.
Pemerintah akan memberikan tractor besar dan handtractor di kecamatan  di bawah kendali camat  sehingga semua rakyat mendapat kesempatan menggunakannya.

Hal kedua hidup hemat,  misalnya selama ini sudah berjalan bagus  dimana kalau ada kematian hanya berlangsung tiga hari dan  kemudian dikuburkan. Ke depan  pembelisan dan penguburan sesuai kemampuan dan  perbesar kegiatan masyarakat desa sehingga rakyat mudah mendapatkan uang untuk membelanjakan kebutuhan hidup.

Hal ketiga desa aman, semua elemen desa harus berperan aktif menciptakan suasana aman agar kehidupan masyarakat  berjalan aman pula.

Selain itu pihaknya juga memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan,  pengembangan pariwisata, perikanan dan sosial budaya.

Sebagai seorang berlatarbelakang pendidikan kehutanan bersedia melanjutkan program menggalakan tanaman  komoditi agar rakyat memiliki pendapatan alternatif. Petani Sumba Tengah tidak lagi bersandar pada tanaman padi tapi harus beralih menanam komoditi perdagangan  bernilai ekonomis tinggi seperti coklat, kopi, kemiri, cengkeh, mahoni, jati dan lain-lain.

Penulis: Petrus Piter
Editor: Gerardus Manyela
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help