Mama-mama di Papua Lomba Dayung

Sore hari, Minggu (19/6/2016) saat aktivitas tengah senggang, pantai di kampung Pasi mulai dipadati oleh masyarakat.

Mama-mama di Papua Lomba Dayung
Silvita Agmasari
Mama dari Kampung Pasi dan Yenmanaina berpose sebelum latihan lomba dayung. 

POS KUPANG.COM, BIAK -- Sore hari, Minggu (19/6/2016) saat aktivitas tengah senggang, pantai di kampung Pasi mulai dipadati oleh masyarakat. Anak-anak mulai berenang di pantai dengan air laut sejernih kaca dan berpasir halus layaknya tepung.

Bapak-bapak nampak sibuk mendiskusikan sesuatu dan tiba-tiba saja ibu-ibu atau disebut pula mama-mama di Papua berlari menuju pantai. Mereka berlari sembari memegang dayung.

"Ayo mari siap-siap!" kata seorang mama.

Sedangkan seorang bapak memanggil KompasTravel, "Tolong dipotret dulu!"

Sembari memotret para mama, saya menahan tawa. Para mama ini berpose ala grup band metal dengan gitar listrik, dalam kasus ini adalah dayung.

Sore itu memang momen istimewa, para mama sedang bersiap untuk latihan lomba dayung se-Kabupaten Biak.

"Nanti akan ada lomba tingkat labupaten melewati selat Biak dan Owi, mama mulai dulu, kita (para pria) siapkan strategi," ujar Bapak Oto Rumbai, masyarakat yang menonton latihan dayung para mama ini.

Lomba dayung pun dimulai. Dua perahu bersanding, satu perahu diisi 10 orang mama. Pemandangan lucu terjadi ketika para mama ingin berlomba, anak-anak mereka heboh menyemangati. Ada pula anak yang menangis meraung-raung tak ingin ditinggal mamanya.

"Satu, dua, tiga!" seru wasit. Dua perahu melajur dengan kecepatan tinggi. Para mama mendayung sekuat tenaga.

Bukan hal mudah mendayung di Selat Bromsi dan Pasi. Arus air yang deras dalam jarak satu kilometer menjadi tantangan. Apalagi perahu yang dipakai adalah perahu nelayan biasa yang memiliki lebar sempit dan memiliki kedalaman satu meter ke bawah. Alhasil tenaga yang digunakan harus dua kali lebih besar, mendayung setengah berdiri.

"Ayo-ayo!" teriak para pendukung penuh canda tawa. Melihat mama-mama lomba dayung memang bukan hal biasa dan sangat menghibur hati. Kaus bertangan buntung dengan lengan otot yang besar menjadi pemandangan kontras dengan keahlian para mama memasak dan menganyam lidi. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved