BNN Siantar Kehabisan Anggaran Untuk Penyelidikan Kasus Narkoba

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pematangsiantar, Ahmad Yani Damanik

BNN Siantar Kehabisan Anggaran Untuk Penyelidikan Kasus Narkoba
KOMPAS.com/Tigor Munthe
Dua tersangka narkoba, Kamal Mustafa dan Ayu boru Tarigan saat dibawa ke ruang Satuan Narkoba Pematangsiantar guna menjalani pemeriksaan, Sabtu (18/6/2016).) 

POS KUPANG.COM, PEMATANGSIANTAR -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pematangsiantar, Ahmad Yani Damanik menegaskan bahwa anggaran penyelidikan kasus narkoba untuk wilayah Pematangsiantar terbatas.

Sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil revisi anggaran keluar pada Juli 2016.

Itu sebabnya BNN Pematangsiantar belum menerima saat Denpom I/1 Pematangsiantar bermaksud menyerahkan, Kamal Mustafa dan Ayu boru Tarigan, dua tersangka narkoba pada Jumat (17/6/2016).

"Jadi bukan ditolak, cuma saja anggaran kami untuk melakukan penyelidikan narkoba terbatas. Untuk saat ini kami tidak ada melakukan aktivitas penyelidikan narkoba sampai anggaran bulan Juli tahun ini keluar," terang Ahmad Yani ditemui Sabtu (18/6/2016).

Untuk tingkat Sumatera Utara, BNN Pematangsiantar paling tinggi sebanyak sepuluh kasus dalam pengungkapan narkoba.

"Jadi untuk Sumatera Utara, kita paling tinggi sebanyak 10 kasus dalam pengungkapan dan tangkapan narkoba. Sedang untuk daerah lain belum sampai sepuluh kasus. Dalam penanganan kasus itu secara kasarnya, sudah termasuk mengecek barang bukti narkoba ke Labfor Poldasu, surat perjalanan dinas keluar daerah, dan uang makan tahanan," jelasnya.

Terakhir kasus narkoba yang ditangani BNN Pematangsiantar atas nama tersangka Budi Harahap yang ditangkap Intel Kodim 02/07 Simalungun beberapa waktu lalu.

"Kasus terakhir kita tangani waktu pihak Intel Kodim menyerahkan tersangka narkoba atas nama Budi Harahap," katanya.

Sementara itu, dua tersangka narkoba Mustafa Kamal dan Ayu boru Tarigan masih menjalani pemeriksaan di ruangan Satuan Narkoba Polres Pematangsiantar setelah dilimpahkan Denpom I/1 Pematangsiantar. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help