Memburu Daging Sapi di Kantor Bulog Divre NTT

Wajah ibu-ibu itu terlihat bahagia. Sekali datang ke stand Bulog mereka tak hanya memburu daging sapi, namun juga membeli beras dan minyak goreng.

Memburu Daging Sapi di Kantor Bulog Divre NTT
KOMPAS.com / Andi Hartik
Ilustrasi seorang pedagang daging sapi di Pasar Besar Kota Pasuruan, Selasa (31/5/2016). Harga daging sapi di pasar tersebut Rp 110 ribu per kilogram. 

POS KUPANG.COM, KUPANG - SAMBIL berlari kecil beberapa ibu menyinggahi stand Bulog Divre NTT di Jalan Palapa Kupang, Jumat (10/6/2016) sekitar pukul 10.30 Wita.

Mereka ternyata mendengar kabar bahwa Bulog Divre NTT tengah melakukan operasi pasar daging sapi dengan harga relatif murah. Harganya di bawah harga Pasar Kasih, Pasar Oebobo maupun Pasar Oeba.

Kaum ibu pun kaget karena harga yang ditawarkan hanya Rp 80 ribu per kilogram daging dan daging tetelan Rp 40 ribu per kg. Sontak saja mereka memborong rata-rata dua kantong daging sapi. Bulog memang membatasi jumlah pembelian dua sampai tiga kilogram daging sapi untuk setiap konsumen.

Wajah ibu-ibu itu terlihat bahagia. Sekali datang ke stand Bulog itu mereka tak hanya memburu daging sapi, namun juga membeli beras, minyak goreng dan bawang merah dengan harga di bawah harga pasar. Tersedia pula beras premium atau beras kelas satu hanya dengan Rp 10 ribu per kg.

Tak hanya ibu-ibu saja yang menyinggahi stand ini. Ada pula kaum bapak yang kebetulan lewat dan tahu bahwa Bulog tengah melakukan operasi pasar daging dan komoditi lain. Perlahan mereka menghentikan laju kendaraan dan seketika membeli kebutuhannya.

"Kebetulan saya lewat dan tahu bahwa Bulog menjual beras, daging sapi, bawang dan lainnya," kata seorang lelaki paruh baya yang enggan menyebut namanya. Di bawah terik matahari semua kalangan "berebutan" dengan tawaran Bulog yang serba murah ini.

Khusus untuk operasi pasar daging sapi merupakan yang pertama kali. Pihak Bulog melihat kebutuhan pasar akan daging di Kupang cukup tinggi. Meski harga masih relatif murah, yakni Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per kg, Bulog mematok harga Rp 80 ribu atau turun Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu di bawah harga pasar.

Hari Jumat kemarin dua ekor sapi dibantai untuk memenuhi konsumsi warga kota ini. Sesuai agenda, tiap minggu selama masa puasa Bulog akan memotong dua ekor sapi. Berarti selama empat minggu ini sebanyak delapan ekor sapi yang dipotong. Sapi yang ada dibeli dari masyarakat dengan harga rata-rata Rp 9 juta per ekor.

Di tengah "hirup pikuk" konsumen yang berbelanja hadir pula Kepala Divisi Regional Bulog NTT, Sugeng Rahayu. Awalnya lelaki ini hanya memantau saja dari balik pagar Kantor Bulog Divre NTT.

Melihat animo konsumen yang tak henti, Sugeng akhirnya merapat di bawah tenda. Ia bergabung dengan anak buahnya sambil memberi petunjuk seperlunya. Melihat komoditi bawang yang cepat habis, Sugeng meminta staf untuk segera menyiapkan lagi stok bawang yang masih tersimpan di gudang Bulog.

"Segera bawang yang sudah kemas bawa ke sini," katanya sambil menunjuk beberapa staf untuk segera mendatangkan bawang karena konsumen yang semakin banyak menyerbu. Karena bawang masih dikemas dalam kantong di bagian belakang, Sugeng malah mengarahkan beberapa konsumen ke belakang kantor itu.

"Silakan Bapak, ibu langsung aja ke belakang," katanya ramah sambil meminta staf untuk mengantar konsumen. Benar adanya mereka ramai-ramai ke belakang. Sekadar untuk diketahui, Bulog Divre NTT menyiapkan 20 ton bawang yang didatangkan khusus dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Sehari sebelumnya, Kamis (9/6/2016), Bulog mendistribusi 250 kg bawang ke Pasar Kasih Naikoten Kupang dan Pasar Oeba. Kabulog sendiri melihat langsung droping bawang merah ini. Ternyata, kata dia, animo konsumen cukup tinggi karena dalam hitungan jam bawang itu sudah diserap pasar melalui para pedagang.

Yang menjadi titik perhatiannya adalah menjaga agar harga bawang jangan dinaikkan oleh pedagang lagi. Satu kg dijual dengan harga Rp 28 ribu sedangkan ketika konsumen membeli dalam jumlah banyak harganya menjadi Rp 25 per kg.
(pol)

Editor: Paul Burin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help