Berita Flores Lembata Alor

BPKP Belum Serahkan Hasil Perhitungan Kerugian, Kasus Proyek Air Minum Malafai Ngada

Penyidik Kejaksaan Negeri Bajawa masih menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara

BPKP Belum Serahkan Hasil Perhitungan Kerugian, Kasus Proyek Air Minum Malafai Ngada
POS KUPANG
Raharjo, Kajari Bajawa 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BAJAWA -- Penyidik Kejaksaan Negeri Bajawa masih menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus proyek air minum bersih di Malafai, Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada.

Kejari Bajawa sudah mengekspose kasus ini di BPKP sejak pertengahan Januari 2015 namun sampai dengan saat ini atau sudah hampir satu setengah tahun, hasil perhitungan kerugian belum diserahkan ke Kejari Bajawa.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bajawa Raharjo Budi Kisnanto, S.H,M.H mengatakan hal itu saat dikonfirmasi Pos Kupang, Senin (30/5/2016).

Menurut Raharjo, perkembangan kasus dugaan korupsi proyek air minum di Malafai masih terkendala di hasil perhitungan kerugian. Bila hasil perhitungan kerugian sudah di tangan jaksa, kasus tersebut bisa tuntas lebih cepat. Sebab, berkas perkara sudah disiapkan semua termasuk pemeriksaan para saksi dan tersangka sudah dilakukan.

Menurut Kejari, dalam kasus Malafai sudah ada sembilan tersangka, namun salah satu tersangka satu meninggal dunia sehingga tersangka tinggal delapan orang. Kedelapan tersangka berinisial TS, YSN, EB, NP,SB, VT, YK dan EW. Proyek air bersih di Malafai dikerjakan CV Sina Zia pada tahun 2011 dengan pagu anggaran sebesar Rp 316.517.000.

Proyek ini tidak berfungsi alias mubasir karena diduga terjadi kesalahan perencanaan. Air tidak bisa mengalir dari sumber air menuju bak penampung yang di bangun di Kampung Malafai. Masyarakat setempat pun tidak bisa menikmati proyek air bersih tersebut. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved