Puan Maharani : Bukan Tuan Putri

Jumat, 15 April 2016, di suatu tempat tidak jauh dari Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia

Puan Maharani : Bukan Tuan Putri
TRIBUNNEWS / HERUDIN
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bersama Menko PMK, Puan Maharani menghadiri pagelaran peduli Bangun Majapahit, di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015). 

POS KUPANG.COM-- Jumat, 15 April 2016, di suatu tempat tidak jauh dari Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (43) berbincang dengan Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Olly Dondokambey (Gubernur Sulawesi Utara) dan seorang wartawan tentang berbagai hal.

Beberapa kalimat yang meluncur dari Puan Maharani saat itu antara lain berbunyi, "Saya koq disebut tuan putri atau ndoro putri, ya? Padahal saya bekerja dengan keringat dan air mata.

Tahun 2014, saya ketua badan pemenangan Pemilu Nasional Pileg dan Pilpres 2014. Tahun 2013, saya ketua pemenangan Pilkada Jawa Tengah 2013 yang memenangkan Ganjar Pranowo. Ketika masa kampanye Pilpres 2014, saya berjalan 10 hari ke beberapa wilayah Indonesia bagian timur."

Puan Maharani adalah cucu Presiden pertama RI, Ir Soekarno. Dia putri Presiden ke-5 RI dan Wakil Presiden ke-8 RI Megawati Soekarnoputri. Ayahnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (2009- 2013) almarhum Taufiq Kiemas.

Menurut mantan Bendahara Umum PDI-P Noviantika Nasution, Puan sejak kecil sudah mengenal apa itu politik karena dilahirkan keluarga politisi.

"Sekarang Bu Puan tentu sudah ada di posisi sangat matang karena telah melewati jenjang politik formal, pernah jadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI-P bidang Perempuan dan Anak, Ketua DPP PDI-P bidang Hubungan Antar-Lembaga, Ketua Fraksi PDI-P di DPR, dan kini di eksekutif," catat Noviantika.

Ada lagi beberapa komentar dan peristiwa tentang Puan Maharani. Ketika memperkenalkan para menteri Kabinet Kerja di halaman istana, Jakarta, Minggu 26 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo menyebut Puan sebagai panglima.

"Bu Puan politisi, kaya pengalaman, panglima politik di tahun 2014, selain itu berpengalaman dalam kegiatan sosial dan rakyat kecil," kata Jokowi.

Dua pekan setelah pelantikan Kabinet Kerja, di kediamannya di Jalan Dharmawangsa, Jakarta, Wakil Presiden Jusuf Kalla antara lain mengatakan, Puan adalah salah satu menteri terbaik.

Dalam sambutan penuh gurau pada acara Hari Pers Nasional 2016 di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Februari lalu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono antara lain mengatakan, sebelum jadi presiden, jika ditanya apakah akan mencalonkan presiden, Jokowi selalu mengatakan, "Ndak mikir".

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help