VIDEO

VIDEO: Djemi Lassa Temukan Passion dan Raih Keberhasilan

Gampang-gampang susah untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses. Jatuh bangun dalam bisnis dialami oleh semua pengusaha.

Sasarannya, dalam setahun mereka sudah bisa mengembangkan berbagai bisnis yang ditekuninya itu. Tahap awal kami akan menerima 50 mahasiswa.

Apa yang melatarbelakangi Anda membuat Lembaga LBS?
Latar belakangannya karena saya melihat bahwa tamatan SMA di NTT ini hanya 30 persen yang meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Bayangkan saja, 70 persen tamatan SMA tidak bisa melanjutkan sekolah dengan berbagai alasan. Belum lagi yang tamatan sarjana pun banyak yang tidak mendapat pekerjaan yang memadai.

Dan mereka-mereka itu akhirnya menjadi pengangguran atau hanya bisa bekerja serabutan seperti tukang ojek, atau kerja-kerja seadanya dengan gaji seadanya pula. Dan jika pemerintahpun tidak maksimal menangananinya maka akibatnya kehidupan dan kesejahteraan mereka tidak memadai dan hal ini bisa berpotensi menimbulkan hal-hal negatif.

Bagaimana Anda melihat peran pemerintah dalam memberi ruang bagi pengusaha dan calon wirausaha dalam mengembangkan bisnisnya?
Jujur bahwa selama ini pemerintah sudah cukup berupaya memberi ruang bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya di daerah. Namun kedepan intervensi pemerintah harus terus dilakukan terutama dalam memberikan training kewirausahaan bagi masyarakat.

Karena saya lihat bahwa training wirausaha selama ini dilakukan belum maksimal. Ada kesan program wirausaha hanya sekedar memenhi proyek tanpa visi dan misi yang baik. Masyarakat diberikan traning, juga modal mungkin, namun tidak diikuti dengan pengawasan dan pendampingan lebih lanjut. Akibatnya program itu tidak berjalan dengan baik. Menurut saya, ada beberapa hal penting yang harus diberikan masyarakat calon wirausaha.

Apa pesan Anda bagi pengusaha agar selalu berhasil menjalankan usahanya?
Hal yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan suatu kegiatan, pekerjaan atau bisnisnya agar menghasilkan sesuatu yang maksimal sebenarnya adalah passion. Maka kita harus bisa menemukan passion itu dan fokuslah sehingga kita pasti akan berhasil menjalankan bisnis.

Mengapa? Karena passion sangat menentukan kesuksesan seseorang. Passion adalah perasaan, emosi yang kuat dari seseorang. Passion merupakan perpaduan antara kenikmatan, makna dan perasaan. Passion membuat seseorang menjadi sangat berantusias dalam melakukan sesuatu dengan semangat, iklas dan sukarela sehingga dia tidak akan pernah bosan mengerjakannya. **

Kecil Jual Kue Pisang

TERLAHIR dari keluarga sederhana namun disipilin, turut membentuk karakter dan pola pikir yang baik bagi Djemi Lassa. Bahkan tanpa disadarinya, 'ilmu bisnis' sudah diturunkan orangtuanya sejak kecil. Sejak bersekolah di SDI Nifuboko-SoE, Djemi sudah diberikan tanggung jawab dan kepercayaan untuk menjual kue buatan mamanya, Domina Yulia Ang.

"Sebelum sekolah dan setelah keluar sekolah, saya menjual kue buatan mama. Harga satu keranjang itu kalau laku semua tidak sampai Rp 5.000 dan uang itulah yang digunakan untuk membiayai sekolah saya dan kakak serta adik saya," katanya.

Meski patuh dan rajin berjualan kue pisang, ia sering protes bahkan menangis sendirian karena waktu bermainnya lebih pendek karena harus berjualan kue.

"Awalnya, saya sering menangis sendirian saat berjualan kue. Saya malu, sedih dan kesal karena tidak banyak punya waktu bermain seperti teman lainnya," katanya.

Bahkan. saat duduk di bangku kelas 1 di SMPN 1 SoE, Djemi sempat malu saat mendorong gerobak kue dan bertemu dengan teman-teman ceweknya.

"Saya lari sembunyi kalau ketemu teman cewek karena malu. Tapi lama kelamaan, saya jadi percaya diri. Saya bangga karena uang hasil jualan kue itulah yang dipakai untuk membiayai sekolah," kata pria berkulit putih ini.

Meski waktunya banyak terpakai untuk berjualan kue di kereta dorong, prestasi anak kedua dari enam bersaudara ini tidak menurun. Bahkan tamat dari SMAN 1 SoE, Djemi mendapat beasiswa kuliah di Universitas Kristen Petra Surabaya.

Bahkan saat SMA, untuk mendapatkan uang saku, Djemi membantu papanya, Alexander Lassa mengerjakan berbagai pekerjaan yang dikerjakan papanya. Mulai dari sensor kayu, memikul kayu sampai mencetak batako untuk membangun sekolah.

"Papa kerja apa saja dan saya selalu membantunya agar bisa mendpaatkan uang saku. Saat papa sensor kayu di hutan, saya dan beberapa pekerja akan memikul kayu itu berjalan sekitar 1-2 kilometer menuju jalan besar menuju kendaraan yang akan mengangkut kayu itu," kata Djemi.

Djemi mengaku sangat beruntung terlahir dan dibesarkan dalam keluarganya karena dari sanalah Djemi belajar tentang banyak hal positif yang akhirnya mengantarnya menjadi pengusaha sukses seperti saat ini.

"Akhirnya saat ini saya tahu bahwa berbagai hal yang saya alami dalam kehidupan saya dari kecil itulah yang membentuk karakter, pola pikir dan mental serta skil saya. Saya menajdi orang yang tangguh, pantang menyerah, rendah hati dan tidak malu untuk melakukan hal yang positif dalam kehidupan ini. Saya sangat beruntung," kata Djemi yang juga memiliki usaha bisnis distributor sparepart sepeda motor. (vel)

DATA DIRI
Nama : Djemi Lassa
Lahir : SoE, 13 Juni 1977
Istri : Eliyana Wirawan
Anak : Kinesia, Aiden dan Zifen
Usaha : Timorese Computer, Petra Computer dan CCTV, Vision Notebook. PT Timor Bangun Mandiri dan Lassaindo Bisnis School

http://10.130.44.6/displayimage.php?pos=-6802
pk/vel
Djemi Lassa

http://10.130.44.6/displayimage.php?pos=-6800

ISTIMEWA
Djemi Lassa bersama istrinya Eliyana Wirawan saat berada di Korea beberapa waktu lalu.

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved