VIDEO

VIDEO: Djemi Lassa Temukan Passion dan Raih Keberhasilan

Gampang-gampang susah untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses. Jatuh bangun dalam bisnis dialami oleh semua pengusaha.

Apa yang kemudian Anda lakukan setelah selesai diwisuda?
Seusai wisuda, saya memutuskan untuk tetap berbisnis komputer secon dan niat saya itu saya utarakan kepada orangtua. Bapak tidak banyak protes, Mama yang semula tidak setuju karena beliau mau saya pulang ke SoE dan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Tapi saya menolaknya dan karena bisnis saya itu berkembang akhirnya Mama mendukungnya. Saya kemudian memilih tinggal di Kupang untuk berbisnis. Saya kemudian meminjam uang kepada kakak saya untuk menambah modal. Uang itu saya gunakan untuk menyewa rumah untuk dijadikan tempat bisnis dan tempat tinggal juga menambah modal membeli komputer.

Saya berpikir bagaimana agar usaha saya bisa dikenal masyarakat maka saya kemudian memasang iklan di Pos Kupang. Itulah iklan pertama kali saya di Pos Kupang dan iklan itu memang manjur. Karena setelah iklan muncul di koran, permintaan mulai banyak sehingga usaha saya lebih berkembang lagi. Dan uang pinjaman itu saya bisa kembalikan kurang dari satu tahun. Dari situ saya mulai mencari strategi untuk membuat usaha saya lebih maju.

Apa strategi yang digunakan?
Tentu saya membuat stretagi baru. Saya pindah tempat usaha ke wilayah yang lebih ramai yakni di Gedung Percetakan Begara. Lalu saya mulai mencari tahu bagaimana cara praktis untuk bisa mengirimkan komputer itu dari Surabaya ke Kupang tanpa saya sendiri yang bolak-balik setiap waktu.

Saya kemudian tahu ada jasa pengiriman barang melalui udara dan kapal laut, saya juga mencari beberapa vendor di Surabaya yang bisa dipercaya untuk bekerjasama. Kemudian saya berpikir lagi tentang pengembangan bisnis yakni bagaimana menyiapkan teknisi untuk bisa melakukan service atau perbaikan jika ada komputer yang rusak.

Karena itu saya memberikan peluang bagi sejumlah karyawan saya untuk magang di Surabaya untuk menjadi teknisi. Dan akhirnya saya tidak saja menjual komputer namun juga menerima service komputer. Bisnis saya lebih berkembang namun ada pasang surutnya. Saya mengalami beberapa musibah.

Musibah seperti apa yang Anda alami?
Pasang surut dalam menjalankan bisnis itu sudah biasa. Saya ditipu oleh beberapa patner bisnis, mereka mengambil beberapa unit komputer lalu melarikan diri tanpa membayar. Bahkan tiga kali tempat usaha saya kemalingan, toko saya dibobol dan barang-barang jualan saya dirampok, jumlah kerugiannya sekitar Rp 300-an juta.

Musibah kecurian terjadi tahun 2007, 2008 dan 2011, komputer saya habis. Saat musibah itu terjadi, saya sempat berpikir, apakah saya harus terus berbinis di komputer atau mencari bisnis lain. Keluarga menyarankan agar saya menghentikan bisnis komputer. Namun setelah timbang-timbang, saya memutuskan terus berbisis komputer dengan mencari jalan keluar untuk mengatasinya.

Apa jalan keluarnya?
Saat kecurian kedua kalinya, saya berpikir untuk mengasuransikan toko dan barang jualan itu. Tidak disangka tahun 2011, toko saya kembali jebol, barang hilang namun saya tidak khawatir karena ada asuransi.

Saya lalu ke kantor asuransi untuk mengklaim, namun saya benar-benar shyok dan sedih karena ternyata asuransi kecurian tidak bisa diklaim. Saya sempat putus asa dan tidak mau berbisnis lagi, saya menyalahkan asuransi dan diri sendiri.

Halaman
1234
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved