Gadis Remaja Ditemukan di Antara Anak Jalanan Dekat Kuburan

Bermula dari hilangnya seorang remaja perempuan, warga menemukan sebuah tempat

Gadis Remaja Ditemukan di Antara Anak Jalanan Dekat Kuburan
KOMPAS.com/GUSTI NARA
Ratusan remaja berkumpul di pemakaman Tionghoa di Jalan Merdeka, Samarinda, Kalimantan Timur,Rabu (20/4/2016 

POS KUPANG, COM, SAMARINDA --Bermula dari hilangnya seorang remaja perempuan, warga menemukan sebuah tempat yang dijadikan tempat berkumpulnya anak-anak remaja dan anak jalanan di sebuah permakaman Tionghoa di Jalan Merdeka, Samarinda Utara, Kalimantan Timur.

Hal itu terungkap setelah seorang warga Jalan Gerilya, Suriansyah, mencari anaknya yang berinisial MA (14) karena tak kunjung pulang ke rumah. Dengan bantuan tetangga, relawan, dan polisi, ia mencari remaja tersebut.

Setelah 13 jam tak mendapat kabar tentang putrinya, Suriansyah memperoleh informasi dari salah seorang rekannya yang bernama Arga.

Arga melihat sepeda motor MA digunakan di Jalan Arif Rahman Hakim oleh tiga laki-laki dewasa, Rabu (20/4/2016) sekitar pukul 01.00 Wita.

Karena penasaran, Arga membuntuti ketiga laki-laki itu hingga ke permakaman Tionghoa di Jalan Merdeka.

"Waktu letaknya sudah diketahui, saya dan kepolisian setempat mendatangi lokasi permakaman itu," kata Suriansyah, Rabu.

Tidak disangka, Suriansyah dan aparat Kepolisian Sektor Samarinda Utara menemukan ratusan anak jalanan berusia 11-16 tahun sedang asyik berkumpul dan bercanda bersama hingga dini hari.

"Ada ratusan anak, laki-laki dan perempuan bergabung. Di sana juga ada sebuah rumah yang tempatnya persis berada di puncak gunung. Nah, di situ anak-anak itu keluar-masuk," kata dia.

Menurut dia, ada anak-anak yang bersembunyi di sekitar tembok di gunung seberang rumah itu.

Suriansyah menemukan putrinya di belakang tembok bersama seorang anak perempuan lain.

"Ternyata, anak saya disembunyikan di sana. Sudah saya tanyakan, apa yang mereka lakukan di sana. Waktu saya tanya, MA hanya menjawab sekadarnya dan senyum-senyum," kata dia.

Warga Jalan Merdeka, Gafur, mengatakan bahwa sudah beberapa hari terakhir, permakaman itu menjadi tempat berkumpul anak-anak jalanan. Warga mencurigai, lokasi itu dijadikan tempat untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.

"Mereka masuknya memang diam-diam, tetapi warga sudah tahu karena banyak remaja yang datang dan pergi di situ," kata dia.

Saat warga beserta polisi dan wartawan datang di lokasi itu, ada botol minuman keras dan senjata tajam di tempat tersebut.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsekta Samarinda Utara Ipda Wawan Gunawan mengatakan, untuk sementara, polisi hanya mencari keberadaan MA dan tidak mengamankan anak-anak jalanan di sana. Polisi akan melakukan razia di tempat tersebut lain waktu. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved