Pemkab Manggarai Salurkan 500 Kg Beras ke Panti Asuhan St. Hironimus

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Manggarai menyalurkan bantuan 500 Kg beras kepada pengelola panti dan biara.

Pemkab Manggarai Salurkan 500 Kg Beras ke Panti Asuhan St. Hironimus
Pos Kupang/Eugenius Moa
Bupati Manggarai, Deno Kamelus (mengenakan jas tenun)

Laporan Wartawan Pos Kupang,Eugenius Moa

POS KUPANG.COM, RUTENG--Bersamaan peresmian Biara Somascan dan Panti Asuhan St.Hironimus, di Kampung Cimpar, Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Sabtu (16/4/2016) siang, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Manggarai menyalurkan bantuan 500 Kg beras kepada pengelola panti dan biara.

Biara yang berbasis di Italia ini, telah hadir dan berkembang di Kabupaten Manggarai sejak tujuh tahun lalu. Biara ini juga mengelola panti asuhan yang menampung anak-anak yatim piatu. Semangat spritualias itu sejalan dengan misi utama perintisnya, St.Hironimus.

Ia dikenal sebagai pelindung kaum yatim piatu di seluruh dunia. Hironimus, ditangkap tentara Jerman kemudian di penjara. Selama di penjara, ia berdoa dan berjanji kepada Tuhan, bila kelak dibebaskan ia akan melayani kaum yatim piatu.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja Manggarai, Drs.Rafael Ogur mengatakan pemberian bantuan sejalan dengan misi pemerintah Manggarai saat ini yang menaruh perhatian besar kepada fakir miskin, yatim piatu dan anak terlantar.

Menurut Rafael, pemerintah selalu menyiapkan beras bantuan disalurkan ke panti-panti. "Kalau ke panti, biasanya pengelola panti mengirim surat permintaan kepada bupati. Kalau persediaan di gudang mencukupi, kami bisa salurkan ke semua panti," ujar Rafael.

Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus, S.H.M.H,mengapresiasi pimpinan Somascan yang mau hadir di Manggarai membantu pemerintah mengurus anak yatim piatu dan kurang beruntung.

Kehadiran pemerintah, kata Kamelus, merupakan dukung langsung kepada pengelola yang telah membantu pemerintah mencerdaskan anak Manggarai. Anak-anak yatim piatu ditampung, disekolahkan dan diberi pelatihan ketrampilan untuk hidup mereka kelak.

"Kami datang dalam peresmian ini sebagai dukungan untuk kerjasama ke depan. Komunikasi penting dibangun untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan biara dan pemerintah bagi tercapainya kesejahteraan umat," kata Kamelus. *

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Jahang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved