Karateka Shoto-Kai Berlatih di Jepang

para karateka yang merupakan pelatih senior Shoto- Kai ini akan berlatih bersama di Japan Karate Association (JKA). Selain itu, mereka juga akan

Karateka Shoto-Kai Berlatih di Jepang
Sipri Seko
SHOTO-KAI -- Para atlet, pelatih dan wasit/juri Pengda Shoto-Kai NTT pose bersama di Hambudojo Shoto Kai, Sikumana-Kupang, Sabtu (20/3/2015).

POS KUPANG.COM, KUPANG - PB Shoto-Kai terus meningkatkan sumber daya pelatih dan wasitnya. Untuk memperdalam dan memperkaya ilmu yang dimiliki, sebanyak sembilan karateka Sabuk Hitam Senior Shoto Kai yang di pimpin Ketua PB Shoto Kai, Sihang Kancho Fransiscus Fernando, Minggu (10/4/2016) dikirim untuk memperdalam ilmunya di Jepang.

Di Jepang, para karateka yang merupakan pelatih senior Shoto- Kai ini akan berlatih bersama di Japan Karate Association (JKA). Selain itu, mereka juga akan berlatih di pusat karate dunia di Pulau Okinawa.

Dirinya, kata Kancho Frans, juga ikut mendampingi para karateka tersebut bersama Ketua Pengda Shoto-Kai NTT, Kusuma Sastrawinata. Karateka lain yang dikirim, yakni I Dewa Gede Agung Putra dari Bali, Fandi Halim (Surabaya), Ardius (DKI Jakarta), Armansyah Puang Kuma (Sulbar), Saiful Bahri (Riau) dan Ahmad Deni (Sumut).

"Jadi di Jepang itu, kami bukan berlatih tapi saling bertukar ilmu. Kami punya aliran Shoto-Kai sedangkan mereka juga punya aliran sendiri. Demi memperdalam ilmu, pertukaran pengetahuan mengenai jurus dan teknik dalam karate mesti dilakukan karena ilmu terus berkembang setiap saat," kata Kancho Frans.

JKA, menurutnya, merupakan sebuah perguruan Karate Jepang dan Shoto-Kai juga perguruan, sehingga mereka kesana untuk berlatih bersama karateka di sana. "Apalagi karate beraliran Shotokan, asal mula tehniknya dari JKA. Guru besaranya adalah Nakayama, sehingga kita akan berlatih disana," ungkapnya.
Untuk perjalanan ke Jepang ini, Kancho Frans memastikan bahwa seluruh biaya menjadi tanggungan PB Shoto-Kai. Frans berharap, perjalanan ke Jepang bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi para pelatih senior ini terus memperluas ilmunya sehingga nanti ditularkan kepada karateka binaan di daerah masing- masing.

Kancho Frans kembali mengungkapkan rencananya untuk membangun sekolah olahraga di Kupang. Menurutnya, dirinya dihubungi staf Kemenpora untuk bertemu dengan Menpora. Dalam pertemuan dengan Menpora, ujarnya, ternyata yang dibicarakan adalah rencana membangun sekolah olahraga tersebut. (eko)

Motivasi Bagi Karateka NTT
"KAMI dari PB Shoto-Kai sangat beruntung dengan kehadiran tim nasional ini. Anda-anda sangat luar biasa. Semoga dengan latihan di Kupang, adik-adik bisa berhasil meraih medali. Semoga target tiga medali emas, bisa tercapai. PB shoto-Kai akan selalu berdoa untuk tim nasional bisa mengharumkan nama bangsa. Merah Putih harus dikibarkan," kata Khanco Frans Fernando saat acara perpisahan dengan karateka Pelatnas di Hombu Dojo, Shoto-Kai Kupang, Jumat (8/4/2016).

Frans mengatakan, kehadiran timnas karate selama seminggu di Kupang ini memberikan motivasi tersendiri bagi pembinaan karate di NTT. Ke depan, katanya, Frans berharap, NTT bisa menyumbangkan karateka bagi timnas Indonesia.
Pelatih Pengprov Forki NTT, Agus Bria Seran pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada PB Forki yang telah mengizinkan atlet-atlet NTT berlatih bersama karateka nasional. Agus yang diberi kepercayaan melatih tim PON XIX 2016 NTT ini, mengaku, termotivasi untuk berbuat lebih demi prestasi olahraga di NTT.

Kabid Binpres PB Forki, Zulkarnaen Purba, mengucapkan terima kasih kepada PB Shoto-Kai yang telah memfasilitasi pelatihan di Kupang. "Ini adalah tour latihan dalam negeri. Tujuannya selain untuk latihan juga untuk memotivasi atlet-atlet di daerah untuk melahirkan atlet nasional. Ke depan diharapkan shoto-kai bisa menjadi tuan rumah kejurnas," tegasnya. (eko)

Penulis: nurlembang
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved