Jumlah Karyawan yang Tewas Akibat Kelelahan Bekerja Meningkat di Jepang

Budaya lembur berlebihan di Jepang memicu meningkatnya angka kematian karena "kelelahan bekerja". Demikian catatan pemerintah Jepang.

Jumlah Karyawan yang Tewas Akibat Kelelahan Bekerja Meningkat di Jepang
Thinkstockphotos Ilustrasi
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, TOKYO -- Budaya lembur berlebihan di Jepang memicu meningkatnya angka kematian karena "kelelahan bekerja". Demikian catatan pemerintah Jepang.

Klaim legal terkait "karoshi" -istilah dalam bahasa Jepang tentang kematian akibat kelelahan bekerja- meningkat hingga menembus angka 1.456 kasus tahun lalu.

Sebagian besar kasus "karoshi" ini terjadi dalam sektor kesehatan, layanan sosial, perkapalan dan konstruksi. Di semua sektor ini angka pekerjanya juga mengalami penurunan drastis.

Hiroshi Kawahito, sekretaris jenderal Dewan Nasional Pembela Korban Karoshi, memperingatkan, angka aktual "karoshi" bisa 10 kali lipat lebih besar, karena banyak yang menutupi masalah ini.

"Pemerintah sudah menggelar banyak simposium dan membuat poster imbauan terkait masalah ini, namun itu sekadar propaganda," ujar Hiroshi.

"Masalah sebenarnya adalah mengurangi jam kerja dan untuk hal ini pemerintah tidak banyak melakukan sesuatu," tambah dia.

Perjuangan keras para pekerja kantor Jepang dalam mencapai batas jam kerja profesional mereka serta upaya menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan semakin diperhatikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Tenaga Kerja Jepang memahami bahwa "karoshi" dalam bentuk kematian akibat serangan jantung terkait dengan kelelahan bekerja sama dengan kasus bunuh diri yang disebabkan masalah mental.

Pemerintah Jepang sudah menetapkan parameter untuk katagori "karoshi" termasuk bekerja lebih dari 100 jam lembur sebulan sebelum kematian seseorang.

Parameter lain adalah bekerja 80 jam lembur setidaknya dalam dua bulan berturut-turut dalam enam bulan terakhir.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved