Para Ibu Bercucuran Air Mata, Saat Joni Messakh Dihajar Para Algojo

Para ibu dan gadis di Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah, Kupang Tengah, bercucuran air mata, ketika Joni Yeheskiel Messakh, yang berperan sebagai Yesus

Para Ibu Bercucuran Air Mata, Saat Joni Messakh Dihajar Para Algojo
POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Tampak Joni Yeheskiel Messakh, yang berperan sebagai Yesus Kristus, dihajar dan dicambuk berkali-kali serta diseret di jalan oleh para algojo, yang diperankan para pemuda Jemaat Emaus Oebelo, dalam kegiatan drama paskah, Sabtu (26/3/2016) petang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Para ibu dan gadis di Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah, Kupang Tengah, bercucuran air mata, ketika Joni Yeheskiel Messakh, yang berperan sebagai Yesus Kristus, dihajar dan dicambuk berkali-kali serta diseret di jalan oleh para algojo.

Adegan ini merupakan salah satu bagian dari Drama Paskah dengan Tema: Via Dolorosa, yang dimainkan oleh para pemuda jemaat Gereja Emaus Oebelo dan Gereja Siloam Tanah Merah, Sabtu (26/3/2016) petang.

Drama Paskah ini start dari pintu masuk Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo menuju Gereja Siloam Tanah Merah, yang berjarak 2 Km. Aksi para pemuda ini menarik perhatian ribuan jemaat yang berkerumun sepanjang Jalan Timor Raya.

Meski sempat diguyur hujan lebat, jemaat tidak beranjak dari pinggir Jalan Timor Raya, tempat Jesus Kristus berjalan lewat sambil diseret dan dicambuk para algojo.

Kendaraan yang melintas di Jalan Timor Raya terpaksa berhenti. Aparat Satlantas dari Polsek Kupang Tengah dan Polres Kupang sibuk mengatur lalu lintas kendaraan.

Ketua Unit Pembantu Pelayanan Pemuda Gereja Emaus Oebelo, Yefta Hatni Lay, dalam sambutan pembukaan dan pelepasan drama paskah itu, mengatakan drama paskah ini merupakan salah satu kegiatan rohani, dari tiga kegiatan yang digelar oleh pemuda jemaat Emaus Oebelo.

Sebelumnya digelar lomba menghias salib paskah antar teritori dan puncaknya lomba menyanyi solo antar pemuda-pemudi jemaat Emaus Oebelo.

"Saya minta jemaat untuk mendalami iman kepada Yesus Kristus, mencontohi dan meneladani pengorbanan dan cinta kasih Yesus Kristus dalam menebus dosa manusia. Drama paskah ini menjadi sarana memperkuatkan iman, cinta kasih dan rasa solider antar jemaat," jelas Ketua Majelis Jemaat Oebelo, Pdt. Yance S. Tefa Billi, S.Th, saat memberikan sambutan dalam acara pelepasan.

Sementara itu Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Kabupaten Kupang, Jorhans Lopies, mengaku sangat takjub dan memuji para pemuda Gereja Emaus Oebelo dan Gereja Siloam Tanah Merah yang melakukan beberapa kegiatan iman yang positif selama perayaan Paskah 2016 ini.

"Jadilah pemuda dan pemudi kristiani yang punya iman, sikap dan perbuatan yang penuh cinta kasih, sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus Kristus dalam hidup dan pengorbanannya di kayu salib pada dua ribu tahun yang lalu," pinta Lopis.

"Saya terharu dan senang kepada para pemuda dari Gereja Emaus Oebelo dan Gereja Siloam Tanah Merah. Sebab baru pertama dalam sejarah, para pemuda bersatu mementaskan drama paskah. Dan pemimpin jemaat merespons positif kegiatan ini. Sebagai anggota jemaat, saya berharap kegiatan positif ini terus dipertahankan dan dihidupkan pada Paskah tahun berikutnya," pinta Max G. Nggeon dan beberapa ibu lainnya.*

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved