Hasil UN 2015 di Manggarai, Sembilan SMA/SMK Raih Integritas Tinggi

Raihan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK 2015 di Manggarai tak hanya mencetak prosentasi kelulusan 100 persen

Hasil UN 2015 di Manggarai, Sembilan SMA/SMK Raih Integritas Tinggi
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus, S.H M.H menyerahkan Piagam Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) kepada para sekolah yang meraih IIUN, Selasa (22/3/2016) di Ruteng 

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Raihan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK 2015 di Manggarai tak hanya mencetak prosentasi kelulusan 100 persen. Sembilan sekolah mendapatkan predikat Idenks Integritas tinggi diatas 80 persen dari Kementrian Pendikan dan Kebudayaan RI.

Piagam Mendiknas RI berukuran besar kepada sembilan sekolah itu diserahkan Bupati Manggarai,Dr.Deno Kamelus, S.H,M.H, Selasa (22/3/2016),bersamaan Musrenbang kabupaten.

Menurut Kamelus, predikat ini merupakan pengakuan atas pemerintaha pusat atas kerja keras pemerintah di daerah.
"Bukan hanya tingkatkelulusantinggi, tetapi paling pemnting
integritas dankejujurandi tas segala-galanya. Orang yang pintar saja tidak cukup, kalau tidak punya integritas dan tidak jujur,"tegas Kamelus.

Menurut Kamelus, Kemendiknas memiliki instrumen tersendiri
menilainya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga(PPO) Manggarai, Adi Empang mengakui metode penilaian dilaksanakan oleh Kemendiknas. Ia mengapresiasi kerja keras yang telah ditunjukkan para guru, siswa dan
orang tua murid.
'Saya minta predikat ini dipertahankan. Lulus 100 persen bagus,
tetapi le biha hebat kalau kelulusan dicapai dari kejujuran,"kata
Adi.

Kepala SMAK Don Bosco Ruteng,Gerardus Gumuk, sekolahnya menjalankan aturan murni selama UN. " Kami semua bangga dapat penghargaan ini. Memang angka kelulusan rendah,tetapi kami tunjukkan sportivitas dan kejujuran.Ternyata yang kami lakukan dapat apresiasi,"ujar Geradus
dihubungi Pos Kupang, Selasa siang.

Mendiknas Anies Baswedan, dalam suratnya yang ditujukan kepada bupati menegaskan, prestasi belajar memang penting, namun integritas dan kejujuran adalah mutlak. Keduanya harus ditumbuhkan dalam lingkungan pendidikan.

Sekian lama pelaksanaan UN, tulis Anies, dinodai praktek yang
mencedrai prinsip integritas. Untuk itu sejak 2015, hasil UN yang diberikan kepada sekolah, tidak hanya nilai capaian siswa pada mata pelajaran yang ditempuh,tetapi juga kejujiuran pelaksanaan UN di setiap sekolah yang dinyatakan dengan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) .

Karena itu sekolah yang memilih untuk konsistensi menegakan kejujuran di tengah derasnya godaan menempuh jalan pintas perlu mendapat pengakuan dan apresiasi tinggi. Kementrian memberikan penghargaan kepada sekolah dengan angka IIUN tinggi diatas 80.

"Piagama berukuran besar dipasang di serambi sekolah agar bisa diketahui semua pihak.Piagam ini sekaligus membawa pesan dan harapan agar sekoah dapat terus menumbuh kembangkan dan meningkatkan integritas di lingkungan sekolah, terus mendorong orangtua peduli terhadap kejujuran dan integritas putra-putrinya serta menularkan
budaya berinetgritas dimasyarakat," tulis Anis. (*)

1.SMK St.Matilda;98 peserta; 82,90 persen
2.MAN Reok : 86 peserta;81,23 persen
3.SMAN Reok; 80 peserta ;80,71 persen
4.SMA St.Thomas Aquinas; 217 peserta;80,53persen
5.SMAK St.Fransiskus Xaverius;204 peserta :80,46 persen
6.SMA Primadonaa; 135peserta; 80,38 persen
7.SMAN 2Langke Rembong; 130 peserta; 80,18 persen
8.SMAK St.Don Bosco;118 peserta; 80,17 persen
9. SMA Karya; 186 peserta; 80,06 persen. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved