Kapolres Mabar : Belum Ada Data Intel Terkait Latihan di Pulau

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat (Mabar), AKBP Dr. Supiyanto, M.Si

Kapolres Mabar : Belum Ada Data Intel Terkait Latihan di Pulau
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat (Mabar), AKBP Dr. Supiyanto, M.Si 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servan Mammilianus

POS KUPANG.COM, LABUANBAJO -- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat (Mabar), AKBP Dr. Supiyanto, M.Si, menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada data intelijen tentang adanya kelompok non militer yang melakukan latihan di pulau tertentu pada wilayah Kabupaten Mabar.

"Data intel kita tidak ada. Mungkin di kabupaten lain," kata Supiyanto saat dikonfirmasi lewat ponselnya, Selasa (22/3/2016).

Hal senada di sampaikan oleh Komandan Kodim (Dandim) 1612 Ruteng yang turut membawahi wilayah Mabar, Letkol (Kav) Imron Rosadi, SE.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh gubernur tentang pulau tempat latihan di Mabar itu bermaksud agar semua pihak bersama-sama melakukan antisipasi agar jangan sampai ada pulau yang dipakai sebagai tempat latihan bagi kelompok non militer.

"Untuk sementara, sampai saat ini belum ada laporan tentang itu. Mungkin apa yang disampaikan oleh Bapak Gubernur itu dimaksudkan agar melakukan langkah antisipasi jangan sampai ada pulau yang dijadikan sebagai tempat latihan. Kalau yang saya tanggap begitu karena kami belum dapat laporan tentang itu," kata Rosadi, Senin (21/3/2016) malam saat dikonfirmasi Pos Kupang.

Demikianpun yang dikatakan oleh Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula secara terpisah pada malam yang sama. " Itu maksudnya ada kekwatiran dari gubernur kalau di pulau-pulau kecil menjadi tempat latihan. Makanya diminta agar bupati awasi pulau-pulau," kata Agustinus.

Menurutnya, pengalaman beberapa waktu lalu dengan adanya teroris yang ditangkap di Mabar memberi arti penting bagi pemerintah dan masyarakat setempat untuk melakukan penanganan dan antisipasi.

Selain itu dipilihnya Mabar sebagai tuan rumah untuk membahas gerakan radikal dan teroris juga menurutnya berdampak baik, yakni mau menyampaikan kepada banyak pihak bahwa NTT khususnya Mabar, berkomitmen untuk menangani masalah radikal dan teroris.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya meminta Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula untuk menjaga pulau-pulau kecil di daerah itu dan menyinggung tentang adanya latihan di pulau tertentu.

Dia menyampaikan itu dalam rapat kerja gubernur bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) provinsi dengan wali Kota Kupang dan para bupati serta unsur Forkompinda kabupaten/kota seprovinsi NTT. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Senin (21/3/2016).(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help