PosKupang/

Satgas TNI Tangkap Pelaku Curanmor Penyelundupan di Perbatasan RI-RDTL

Di sektor Wini, rawan curanmor dan rencana mau bawa keluar lewat Pos Nino, tapi personil kami dapat menggagalkanya. Sudah kita serahkan ke Polsek sete

Satgas TNI Tangkap Pelaku Curanmor Penyelundupan di Perbatasan RI-RDTL
POS KUPANG/FREDY HAYONG
Kapolres Belu, AKBP Raja Sinambela (kiri) bersama Kasat Reskrim, Iptu Guntar Arif Setiyoko (kanan), juga anggota Buser, bersama tiga penadah curanmor yang ditangkap di Belu, Sabtu (7/3/2015). 

POS UPANG.COM, KEFAMENANU- Satgas Pamtas RI-RDTL sektor barat Yonarmed 11/Kostrad, pekan lalu menangkap salah seorang pelaku curanmor.

Pelaku melakukan aksi nekad di Wini, Insana Utara dan mencoba menerobos untuk melakukan penyelundupan lewat jalur batas tikus di Nino, Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat-TTU. Pihak satgas pun telah melaporkan ke Polsek setempat.

Hal ini pun telah sampai di telinga Dandim 1618 TTU, Letkol Inf. Yudi Gumilar, Kapolres TTU AKBP Roby M. Samban, S.Ik, dan pihak Pemda TTU terkait maraknya curanmor di TTU, dan didiskusikan bersama Danyon Armed 11/Kostrad, Letkol Arm Teguh Tri Prihanto Usman, S.Sos. "Di Wini itu paling rawan curanmor,"kata Prihanto kepada Pos Kupang, Kamis (17/3/2016).

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama pihak Kodim dan Polres.

"Kami sudah melakukan koordinasi bersama pihak Kodim dan Polres. Di sektor Wini, rawan curanmor dan rencana mau bawa keluar lewat Pos Nino, tapi personil kami dapat menggagalkanya. Sudah kita serahkan ke Polsek setempat,"ujar Prihanto.

Prihanto mengatakan, saat ini terdapat tiga lokasi jalur tikus paling rawan di TTU. Untuk mengantisipasi adanya penyelundupan, pihaknya pun terus berupaya semaksimal mungkin agar tidak terjadi penyelundupan.

"Kita akan melakukan patroli rutin, melakukan pengendapan di beberapa titik yang dianggap sebagai jalur tikus. Ada tiga lokasi yang rawan,"kata Prihanto.

"Kami akan menutup jalur tikus dan tidak memberi celah pada kegiatan-kegiatan ilegal yang dilakukan oleh oknum masyarakat setempat untuk menyelundupkan barang-barang ke Timor Leste melalui jalur-jalur tikus. Kami tidak akan beri cela,"ujar Prihanto.

Akibat dari pemboikotan jalur tikus di jalur perbatasan, demikian Prihanto, mengakibatkan adanya pro dan kontra dari masyarakat setempat. Namun, pihaknya tetap pada pendirian untuk terus menjaga kestabilan dan kondisi perbatasan RI-RDTL.

"Ada satu dua orang karena sudah merupakan mata pencaharian maka berupaya untuk mendekat ke anggota untuk lobi dan melakukan penyelundupan tapi kita tetap pada pendirian,"ungkapnya. (abe)

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help