Mengapa Harus Belajar Matematika?

Saat ini siswa SD, SLTP dan SLTA pada kelas terakhir masing-masing jenjang sedang serius dan tekun

Mengapa Harus Belajar Matematika?
Net
Ilustrasi 

Oleh Maria Agustina Kleden
Dosen Jurusan Matematika FST Undana

POS KUPANG.COM - Bagi sebagian orang judul di atas boleh jadi berlebihan. Yang lain mungkin berpikir, judul seperti ini merupakan pertanyaan yang sudah klasik, yang belum atau juga sudah mendapat jawaban. Jawaban yang paling pragmatis adalah karena matematika merupakan mata pelajaran yang diuji secara nasional dari Sekolah Dasar hingga SLTA. Matematika (statistika) juga dipelajari di Perguruan Tinggi pada jurusan/program studi apapun. Hal ini menunjukkan matematika sangat penting untuk dipelajari.

Saat ini siswa SD, SLTP dan SLTA pada kelas terakhir masing-masing jenjang sedang serius dan tekun mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN), termasuk matematika.

Tidak bisa dipungkiri bahwa matematika sering menjadi penyebab utama ketidaklulusan sebagian besar siswa. Penyebab utama banyak yang tidak lulus matematika bukan karena siswa tidak mampu matematika, tetapi siswa belum menyenangi matematika seperti mata pelajaran lain. Matematika belum menjadi bagian dari kehidupan siswa.

Matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan, menyebalkan dan sebaiknya dihindari. Bagi sebagian orang (siswa), matematika merupakan sesuatu yang penuh dengan angka yang membuat pusing kepala. Matematika hanya sebagai proses pembuktian rumus-rumus yang rumit. Matematika sesuatu yang abstrak, sulit dipahami dan berada jauh di atas pemahaman orang yang berpikir sederhana. Matematika dianggap tidak memiliki hubungan dengan kehidupan nyata.

Menurut hemat saya, ada dua komponen utama penyebab ketidaksenangan siswa terhadap matematika, yaitu siswa dan guru. Siswa tidak menyenangi matematika karena ketidaktahuan mereka tentang manfaat belajar matematika dan telanjur terbentuk di bawah alam sadar mereka bahwa matematika adalah suatu pelajaran yang sulit.

Akibatnya, siswa tidak termotivasi untuk belajar. Orang (siswa) tidak akan tertarik untuk mengetahui dan memahami sesuatu kalau tidak tahu manfaat apa yang dipelajari. Kegiatan belajar yang dilakukan demikian lebih karena keterpaksaan. Keterpaksaan akan menimbulkan kejenuhan yang berdampak pada kurang bahkan ketidakmampuan memahami apa yang dilakukan.

Guru sebagai komponen utama yang kedua, diduga belum secara maksimal merancang pembelajaran yang kontekstual yang menyentuh kebutuhan siswa. Proses pembelajaran yang dilakukan masih mekanistik, menekankan pada prosedural bukan pada pemahaman konsep yang membumi. Pembelajaran yang dirancang cenderung menimbulkan kesan keabstrakan dari matematika. Matematika dianggap tidak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebetulnya, belajar matematika memiliki beberapa manfaat. Pertama, belajar matematika berarti belajar memiliki cara berpikir sistematis. Matematika merupakan ilmu yang sistematis dan bersifat hierarki, memiliki urutan-urutan tertentu dan teratur. Dibawa ke dalam kehidupan nyata, cara berpikir seperti ini sangat membantu menyelesaikan setiap persoalan dengan lebih mudah. Pada era globalisasi yang penuh tantangan dan kompetisi saat ini dibutuhkan generasi yang mampu menyelesaikan setiap persoalan dengan mudah.

Manfaat kedua, belajar matematika melatih cara berpikir untuk menarik kesimpulan secara tepat dan benar. Berpikir matematika adalah berpikir deduktif. Menarik kesimpulan berdasarkan hal-hal yang bersifat umum. Hal ini menghindari pengambilan kesimpulan berdasarkan kebetulan dan tidak logis.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help