Pasar Badung Denpasar Terbakar, 1.600 Kios Terancam Ludes

Dirut PD Pasar Badung, Made Westra melalui telepon menjelaskan, di Pasar Badung terdapat sekitar 1.600 kios yang berada di lantai dasar hingga lantai

Pasar Badung Denpasar Terbakar, 1.600 Kios Terancam Ludes
POS KUPANG/EGY MOA
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, DENPASAR -- Pasar Badung yang terletak di Jalan Gajah Mada, Denpasar terbakar, Senin (29/2/2016). Ratusan kios terancam terbakar.

Dirut PD Pasar Badung, Made Westra melalui telepon menjelaskan, di Pasar Badung terdapat sekitar 1.600 kios yang berada di lantai dasar hingga lantai tiga. Sementara lantai empat diperuntukkan sebagai tempat kantor.

"Kurang lebih sekitar 1.600 kios. Untuk saat ini kita masih menangani apinya dulu," kata Made Westra, Denpasar, Senin (29/2/2016)

Pasar terbesar di kota Denpasar ini sudah beberapa kali mengalami kebakaran.

Salah satu peristiwa kebakaran yang terbesar adalah sekarang ini. Pihak PD Pasar belum memikirkan untuk relokasi para pedagang.

"Akan ditangani dulu masalah kebakarannya baru bisa memikirkan relokasi. Belum diketahui kerugiannya," ujarnya.

Awal mula kebakaran sekitar pukul 5.30 Wita dan api semakin membesar hingga ke seluruh bangunan di segala sisi baik sisi barat, timur, utara maupun selatan.

Aparat kepolisian diterjunkan untuk membantu pengamanan dan kelancaran petugas memadamkan api serta antisipasi agar tidak ada penjarahan.

Pasar ini digunakan selama 24 jam. Pagi hingga sore digunakan oleh pedagang yang berjualan di gedung pasar dengan aneka kebutuhan seperti sembako, peralatan rumah tangga, aneka baju, suvenir dan lainnya.

Sementara untuk waktu sore hingga pagi hari dipakai pedagang sayur borongan dan kebutuhan pokok.

Pasar ini juga terkadang dijadikan sebagai pasar senggol. Namun para pedagang berjualan di halaman pasar.*

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help