Siap-siap, Pemeriksaan Pajak akan Ditingkatkan Tahun Ini

Cara tersebut dilakukan sebagai strategi intensifikasi penerimaan pajak

POS KUPANG.COM, DENPASAR - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada tahun ini fokus pada peningkatan pemeriksaan pajak terhadap wajib pajak pribadi dan sektoral.

Cara tersebut dilakukan sebagai strategi intensifikasi penerimaan pajak.

"Strategi ini jangan dilihat menakutkan seolah-olah pemeriksa akan memeriksa setiap wajib pajak," kata Edi Slamet Irianto, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Dirjen Pajak, Kamis (25/2/2016).

Menurut dia, pemeriksaan yang dilakukan bukan karena tidak percaya kepada wajib pajak. Namun untuk memastikan bahwa masyarakat sudah memahami UU Perpajakan dengan baik.

"Ini lazim dan amanat UU, bukan keinginan Dirjen Pajak," lanjut dia.

Petugas pemeriksa merupakan pegawai yang secara khusus ditunjuk oleh Dirjen Pajak. Hasil temuan pemeriksa juga harus disampaikan ke Wajib Pajak.

"Kebanyakan wajib pajak enggan diperiksa. Padahal bisa saja setelah pemeriksaan malah ada temuan restitusi (pengembalian kelebihan pembayaran pajak)," lanjut dia.

Dia menambahkan, Dirjen Pajak sesuai amanat UU harus mengembalikan kelebihan pembayaran. Jika tidak, Dirjen Pajak juga kena pinalti tersendiri, yang jarang dipublikasi.

Menurut Edi, pada tahun ini intensifikasi pemeriksaan Wajib Pajak akan menggunakan teknologi informasi (TI) yang berupa data.

Data Dirjen Pajak menunjukkan kasus-kasus yang masuk ke pengadilan, jumlahnya 10.000 kasus pada tahun lalu.

Dari jumlah itu, sebanyak 70 persen untuk kasus pembuktian dan ternyata Wajib Pajak yang menang. Sementara sisanya, 30 persen, karena dispute peraturan. (kompas.com)

Editor: Marsel Ali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved