Kurangi Dampak Negatif, Pemkab Nagekeo Ajukan Redesign Waduk Lambo

Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera mengajukan redesign Waduk Lambo ke Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara dan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

Kurangi Dampak Negatif, Pemkab Nagekeo Ajukan Redesign Waduk Lambo
POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY -- Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera mengajukan redesign Waduk Lambo ke Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara dan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

Pengajuan redesign wduk yang pembangunannya diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 1,2 triliun itu untuk mengurangi dampak negative dari pembangunan waduk tersebut tanpa mengurangi fungsi dari waduk tersebut.

Pasalnya, jika menggunakan design awal tahun 2000 lalu, sekolah, pemukiman, Jalan Danga-Aegela, Jalan Raja-Boamaso harus ikut dikorbankan.

Demikian dikatakan Bupati Nagekeo, Elias Djo ketika ditemui di Mbay, Rabu (3/2/2015).

Elias mengatakan, jika menggunakan design awal dengan luas 431 ha, akan banyak rumah penduduk , satu sekolah menengah pertama (SMP) yakni SMP Malapoma, jalan raya menjadi korban.

Namun jika diturunkan menjadi 300 ha, pemukima banyak terselamatkan, SMP Malapoma juga aman dan jalan raya hanya Raja-Boamaso yang terpotong sekitar 500 meter.

"Minggu ini kita ajukan redesign, sebelum perencanaan ditenderkan di Jakarta. Setelah redesign disetujui, saya minta asisten I untuk mengidentifikasi dampak negative. Isu Kampung Boazea tenggelam tidak benar.," kata Elias.

Elias mengungkapkan, jika ada pemukiman warga yang terkena dampak dari pembangunan Waduk Lambo, Pemkab Nagekeo telah menyiapkan lokasi untuk merelokasi warga yang terkena dampak ke Malalidu dan membuka jalan baru dari Boamaso.

Dikatakan Elias, jika BWS Nusra dan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat menyetujui redesign Waduk Lambo yang diajukan Pemkab Nagekeo, maka pemukiman di Rendu aman. Demikian juga SMP Malapoma dan Jalan Aegela-Mbay.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved