Jaksa Poerwanta : Perbuatan Ibu Angkat Engeline Kotori Tanah Bali

Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut Margriet Christina Megawe seumur hidup pada Kamis

Jaksa Poerwanta : Perbuatan Ibu Angkat Engeline Kotori Tanah Bali
KOMPAS.COM/SRI LESTARI
Margriet (rompi oranye) saat sidang di lokasi Jalan Sedap Malam Denpasar 

POS KUPANG.COM, DENPASAR--Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut Margriet Christina Megawe seumur hidup pada Kamis (4/2/2016) kemarin di Pengadilan Negri Denpasar.

Margriet didakwa dalam perkara pembunuhan anak angkatnya, Engeline (8) yang mayatnya ditemukan terkubur di pekarangan rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Perbuatan inilah yang dinilai sadis oleh jaksa.

"Perbuatan terdakwa sangat sadis karena dilakukan terhadap anak-anak yang merupakan anak angkat terdakwa sendiri," kata Jaksa Poerwanta, Denpasar, Jumat(5/2/2016).

"Perbuatan terdakwa menjadikan tanah Bali menjadi kotor (leteh). Terdakwa tidak mau mengaku bersalah dan tidak. Menyesali perbuatannya. Hal yang meringankan tidak ada," tegas Poerwanta.

Dalam tuntutan jaksa, Margriet dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana, melakukan eksploitasi ekonomi, menyuruh pelibatan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran serta memperlakukan anak secara diskriminatif.

Tuntutan jaksa juga dijelaskan bahwa pasal yang didakwakan adalah dakwaan pertama primer melanggar pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana), dakwaan kedua melanggar Pasal 76 I jo Pasal 88 UU RI No. Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Lalu dakwaan ketiga melanggar 76 B UU RI No. Jo Pasal 77 B UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Anak, dan Dakwaan Keempat melanggar Pasal 76 A huruf a Jo Pasal 77 UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-undang RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help