Nusa Tenggara Timur Provinsi Galau

Seiring dengan maraknya adopsi prinsip-prinsip bisnis dalam pengelolaan pelayanan publik

Nusa Tenggara Timur Provinsi Galau
Net
NTT 

Oleh Herman Seran
Anggota Forum Academia NTT & Associate Research Fellow IRGSC, Tinggal di Kupang

POS KUPANG.COM - Ahli manajemen dari Harvard Michael Porter berpendapat bahwa salah satu strategi utama organisasi profit untuk sukses adalah strategi fokus (focus strategy). Focus strategy, di samping cost leadership dan differentiation strategies, adalah strategi-strategi umum yang ditawarkan Porter bagi kesuksesan dunia usaha.

Seiring dengan maraknya adopsi prinsip-prinsip bisnis dalam pengelolaan pelayanan publik (entrepreneurial governance), maka mengadopsi atau meniru strategi dunia usaha dalam tata kelola pemerintahan (copy cat strategy) bukanlah hal yang tabuh. Organisasi akan lebih mudah mencapai sukses jika mengkonsentrasikan tenaga dan sumberdayanya pada bidang-bidang yang terfokus sampai matang, sebelum mendiversifikasinya berbasis kondisi yang telah ada (diversification strategy).

Cost leadership strategy bagi pemerintah adalah melakukan program-program pembangunan dengan biaya serendah mungkin; walaupun selalu menjadi tantangan berat bagi pemerintah di mana pun karena salah satu kriteria kinerja mereka adalah tingkat penyerapan anggaran.

Peta Bodong
Nusa Tenggara Timur (NTT), terbaca di media massa lokal, dalam kurun waktu yang sangat pendek, mendapat berbagai macam julukan (brand). Kita mendengar julukan Provinsi Koperasi, Provinsi Pariwisata, Provinsi Ternak, Provinsi Jagung, Provinsi Zaitun dan berbagai julukan lain, termasuk Provinsi Lumbung TKI. Banyaknya julukan bagi provinsi terselatan ini mengindikasikan kegamangan pemegang kebijakan dalam menentukan apa yang menjadi keunggulan kompetitif Nusa Tenggara Timur.

Alhasil, NTT pun perlu mendapatkan julukan versi anak-anak remaja sekarang, Provinsi Galau, karena NTT selalu berubah-ubah dalam menentukan citranya dan apa yang ingin dikejarnya. Memang dunia menawarkan berbagai macam pilihan, tetapi dibutuhkan kajian mendalam untuk menentukan fokus pembangunan NTT konsisten dan terarah sehingga kita tidak ragu dalam memutuskan arah dan fokus pembangunan.

Julukan Flobamora yang berubah-ubah sebagai manifestasi fokus pembangunan dalam waktu yang pendek merupakan indikasi kelemahan, bahkan absennya strategi pembangunan yang komprehensif dan holistik. Para pengemban amanat kebijakan politik akan sangat kesulitan dalam melakukan penyesuaian dan merakit berbagai macam program untuk mewujudkan visi dan fokus yang berubah secara konstan, laksana arah angin di musim pancaroba.

Ibarat berburu lima ekor rusa pada waktu yang bersamaan, dapat kita pastikan tak akan ada satu pun yang terwujud. Mungkin itulah sebabnya, mengapa julukan-julukan itu akhir-akhir ini mulai sirna satu persatu dari pantauan radar media massa di NTT.

Provinsi ini membutuhkan rencana strategis pembangunan yang komprehensif yang membantu pencapaian tujuan secara efektif. Jika tidak ada rencana atau strategi pembangunan yang efektif, setidaknya kita perlu fokus pada pilhan-pilihan yang terbatas dan tidak berubah-ubah secara cepat.

Di samping karena prinsip ekonomi selalu mengandaikan trade off antara pilihan-pilihan pembangunan, pilihan terbatas membantu para pengemban kebijakan untuk mengkonsentrasikan sumberdaya yang ada pada pilihan-pilihan yang jelas dan pasti. Artinya, kalau mau fokus pada koperasi sebagai tiang utama perekonomian NTT, maka bidang-bidang lain perlu dikembangkan dalam semangat provinsi koperasi. Jika ingin menjadikan NTT sebagai provinsi pariwisata atau ternak, maka perlu ada penyesuaian pengembangan perkoperasian yang mendukung suksesnya sektor peternakan atau pariwisata.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help