Wartawan RRI Dianiaya

Manto Bertanya Tiga Kali, Temannya Tinju Wajah Tinus

Tiba di jalan dua jalur depan rumah sakit tentara, ada dua sepeda motor yang salah satunya dikendarai oknum Pol PP berseragam lengkap.

Manto Bertanya Tiga Kali, Temannya Tinju Wajah Tinus
POS KUPANG/EDY BAU
Wartawan RRI Atambua, Tinus Boimau (pipi diperban) saat berada di Polres Belu, Rabu (27/1/2016). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Wartawan RRI Atambua, Martinut Boimau diduga dianiaya dua oknum Polisi Pamong Praja (POL PP) Belu saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya, Selasa (26/1/2016) malam sekitar pukul 18.30 wita.

Kepada wartawan di Mapolres Belu, Rabu (27/1/2016), Tinur menuturkan, penganiayaan terhadap dirinya itu bermula ketika dirinya dengan mengendarai sepeda motor dari kantornya.

Tiba di jalan dua jalur depan rumah sakit tentara, ada dua sepeda motor yang salah satunya dikendarai oknum Pol PP berseragam lengkap.

Ketika ada kubungan air di ruas jalan itu, dirinya mengambil jalan lurus sementara oknum Pol PP ini memilih untuk lewat sisi kubangan. Setelah melewati kubangan itu, oknum pol PP ini berusaha mengejarnya dan menyenggolnya hingga nyaris terjatuh.

Meski diperlakukan demikian, lanjut Tinus, dirinya tak menanggapinya dan terus memacu sepeda motornya. Ketika tiba di depan salah satu bengkel di wilayah Tini, Kelurahan Beirafu, Tinus menghentikan laju sepeda motornya karena oknum Pol PP tadi bersama temannya sudah memalang di jalan.

"Dia (Manto) palang jalan lalu tanya saya, apa ada masalah? Saya jawab tidak ada. Dia tanya saya sebanyak tiga kali. Lalu dia suruh saya mundur, di saat itulah temannya dari belakang tinju wajah saya dan pukul di perut dan rusuk," urainya.

Mendapat pukulan bertubi-tubi, lanjutnya, dirinya tak bisa membalas dan memilih lari menghindar ke rumah Lurah Beirafu yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Oknum Pol PP ini pakai seragam lengkap sepertinya dia mabuk miras. Saat itu saya lihat dia sempat buka jok motor untuk ambil sesuatu. Tidak tahu apakah itu pisau sangkur atau apa tapi saya dengar seperti bunyi orang mencabut pisau. Saya lalu lari ke rumah Lurah Beirafu dan menelpon Kasat Pol PP," ungkapnya.

Dirinya telah melaporkan kasus itu ke Polres Belu dan meminta para pelaku dihukum setimpal.*

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help