Lipsus Sunat Tradisional

Pria TTS Masih Doyan Sifon, Meskipun Tidak Diwajibkan Lagi

Meskipun secara adat tidak diwajibkan lagi namun sebagian kaum pria di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sampai saat ini masih doyan menjalani suna

Pria TTS Masih Doyan Sifon, Meskipun Tidak Diwajibkan Lagi
Shutterstock
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, SOE -- Meskipun secara adat tidak diwajibkan lagi namun sebagian kaum pria di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sampai saat ini masih doyan menjalani sunat tradisional yang dalam bahasa setempat disebut sifon.

Kenyataan ini diakui sejumlah pria yang menjalani sifon, tokoh adat Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, Jonathan Alunpah serta Ketua sunat tradisional Kabupaten TTS, Alex Sanam yang ditemui Pos Kupang secara terpisah belum lama ini.

Mereka mengatakan, meskipun jumlahnya cenderung menurun namun sifon masih digandrungi kaum pria yang sudah berkeluarga maupun masih lajang di daerah tersebut.

Ketika ditemui di kediamannya, Kamis (14/1/2016), tokoh adat Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, Jonathan Alunpah menjelaskan, praktik sunat secara tradisional masih ada di masyarakat kabupaten TTS dan Timor umumnya.

"Tapi sudah banyak syarat yang ditinggalkan, misalnya saat ini sudah tidak lagi disediakan perempuan untuk 'pendinginan' terhadap obat-obatan yang digunakan pada saat sunat," kata Jonathan.

Pada masa lalu, lanjut Jonathan, sifon merupakan tradisi wajib bagi kaum pria yang sudah dewasa. "Kalau tidak sunat, kita pasti selalu menjadi bahan ejekan di setiap pertemuan," ujarnya. Syarat lainnya, kata dia, setelah menjalani sunat seorang pria wajib berhubungan badan dengan wanita (sifon). Perempuan tersebut disediakan atau diusahakan orang terampil yang memberikan pelayanan sunat tradisional.

"Kalau dulu disediakan oleh tukang sunat, tetapi ada juga yang cari sendiri. Tergantung yang disunat bisa mencari sendiri atau tidak. Kalau tidak bisa cari sendiri, pasti dibantu tukang sunat. Sekarang tidak disediakan lagi atau sifon sudah tidak diwajibkan," demikian Jonathan.

Dia tidak menampik kemungkinan pada masa sekarang kaum pria yang menjalani sifon berhubungan badan dengan wanita pekerja seks komersial (PSK). "Ya, kemungkinan mereka pakai PSK," katanya.(meo)

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help