PosKupang/

Keindahan Alamnya, Rugi Jika Tidak Pelesir ke Flores

Di ujung barat Pulau Flores yakni Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, pelancong ditawarkan wisata alam mengunjungi Taman Nasional Komodo

Keindahan Alamnya, Rugi Jika Tidak Pelesir ke Flores - turis-denmark-mencoba-tarian-kerangkuk-alu_20160123_183718.jpg
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Turis Denmark mencoba Tarian Kerangkuk Alu di Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Keindahan Alamnya, Rugi Jika Tidak Pelesir ke Flores - kuda-kuda-berlarian-di-padang-sabana-mausui_20160123_183748.jpg
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Kuda-kuda berlarian di Padang Sabana Mausui, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Keindahan Alamnya, Rugi Jika Tidak Pelesir ke Flores - wisatawan-naik-kuda_20160123_183935.jpg
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Larrita (kiri), wisatawan dari Swiss didampingi pemandu horse trekking sekaligus pemilik Mbolata Cottage, Fransisco Huik De Rosari (kanan) mengeliling Kota Waelengga menuju ke Padang Sabana Teleng di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan berkuda, Rabu (24/6/2015).

POS KUPANG.COM -- Pulau  Flores di Nusa Tenggara Timur semakin dikenal hingga mancanegara. Banyak paket wisata ditawarkan biro perjalanan kepada wisatawan asing dan domestik untuk berkunjung ke Flores.

Di ujung barat Pulau Flores yakni Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, pelancong ditawarkan wisata alam mengunjungi Taman Nasional Komodo untuk melihat binatang Komodo. Selanjutnya menyelam di bawah laut Taman Nasional Komodo.

Bagi wisatawan yang sangat suka berpetualang di alam bebas tersedia Padang Savana Pulau Rinca dan Pulau Komodo sambil melihat binatang Komodo yang sudah masuk tujuh keajaiban dunia pada 2013 lalu.

Selain itu, wisatawan asing dan domestik mendaki gunung Mbeliling untuk melihat keunikan burung-burung yang endemik hidup di Pulau Flores, sambil menikmati air terjun di beberapa tempat di kawasan hutan Mbeliling.

Bergeser ke wilayah tengah, wisatawan diajak berkunjung ke Kampung Adat Waerebo dengan perjalanan kaki selama kurang lebih 3-4 jam. Wisatawan ke kampung itu akan melihat keunikan Mbaru Niang masyarakat Manggarai Raya di Pulau Flores.

Selain itu, mereka juga melihat persawahan Lodok yang hanya ada di wilayah Flores bagian barat. Saat ini persawahan itu diperkenalkan dengan sebutan spider field farm. Sawah ini adalah sebuah sistem pembagian lahan yang sangat adil yang diwariskan leluhur Manggarai Raya.

Setelah mengunjungi persawahan itu, wisatawan asing dan domestik melanjutkan perjalanan ke puncak Ranaka. Puncak Ranaka adalah bekas gunung api. Di atas gunung itu kita dapat menikmati matahari terbit maupun terbenam.

Wilayah alam di Pulau Flores bagian barat sangat cocok untuk berwisata alam sambil menikmati matahari terbenam di bagian Barat. Berpetualangan di rimba Ranamese sangat menantang bagi wisatawan sambil melihat beranekaragam burung-burung.

Wilayah lain yang tak kalah menariknya ada pesisir selatan dari Manggarai Timur. Wisatawan asing dan domestik bisa mendaki ke Gunung Ndeki, yang sering disebut Poco Ndeki.

Di puncak Ndeki ada situs batu berbentuk kelamin laki-laki dan perempuan. Dari Puncak Ndeki itu kita bisa menikmati matahari terbit pada pagi hari maupun matahari terbenam pada sore hari. Juga melihat burung-burung yang hidup di alam bebas di hutan sekitarnya.

Halaman
12
Editor: alfred_dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help