Letkol Laut M Wirda Prayogo Menahkodai Jagoan TNI AL

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Rigel 933 sudah dua bulan tiba di peraian Kupang dan berlabuh di Dermaga Lantamal VII Kupang.

Letkol Laut M Wirda Prayogo Menahkodai Jagoan TNI AL
POS KUPANG/NOVEMY LEO
KRI RIGEL 933 - Kapal KRI Rigel 933 saat bersandar di Dermaga Lantamal VII Kupang, Rabu (13/1/2016) siang. 

Sedangkan dari bahasa Arab, kata Rigel mempunya arti juga yaitu 'Rigl awza al-Yusra. Secara harfiah dalam bahasa Arab, maka diartikan sebagai kaki kiri. Bahkan ada sebutan berbeda juga dari media kelautan berbahasa Perancis, er et Marine.

Apa sebutan media kelautan berbahasa Perancis, er et Marine untuk KRI Rigel 933?
Mereka menyebutnya Le Plus Grand BHOen Aluminium du Monde atau kapal hidro-oseanografi berbahan aluminium terbesar di dunia. Pasalnya, kapal yang terbuat dari alumunium ini memiliki panjang 60,1 meter, lebar 11,5 meter, tinggi 18 meter, berat 515 ton, dan jarak dengan permukaan air 3,5 meter. Dari segi kecepatan, kapal ini mampu melajur 14 knot, dengan daya jelajah 12 knot dan kecepatan 5-7 knot. Kapal ni bisa menampung 40 awak dan 11 peneliti.

Sebagai perwira yang dipercayakan untuk memimpin KRI Rigel 933, apa target Anda?
TNI AL melalui KI Rigel 933 dituntut untuk membuat peta secara elektronik, guna melakukan pengamanan untuk perairan-perairan yang memiliki potensi perkembangan ekonomi. Paling tidak dalam waktu lima tahun ke depan beberapa alur-alur perairan yang berpotensi untuk perkembangan ekonomi harus betul-betul aman.

Dan Rigel 933 siap memberikan rekomendasi perubahan laut dimana saja. Target saya, KRI Rigel 933 akan bisa menjakankan fungsinya dengan maksimal dan bisa menghasilkan data yang berguna bagi bangsa ini.

Beberapa kapal TNI AL yang sudah ada saat ini cukupkah untuk melakukan survey dan pemetaan untuk perairan Indonesia?

Kehadiran Rigel 933 dan KRI Spica guna memperkuat kapal survey lainnya yang sudah dimiliki Dinas Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut. Seperti KRI Dewa Kembar 932, KRI Louser 924, KRI Pulau Rote 721, KRI Pulau Romang 723, KRI Pulau rempang 729, KAL Aries dan KAL Vega.

Mengingat wilayah laut Indonesia sangat luas maka dibutuhkan tambahan kapal survey lagi sehingga bisa dilakukan pemetaan secara menyeluruh dan detail. Namun tetap kita harus melihat ketersediaan anggaran pemerintah. Dan dengan armada yang dimiliki TNI AL saat ini, kami tentu akan berusaha menjalankan fungsi survei dan pemetaan itu secara maksimal. (*)

Jaga Amanah Rakyat
SEBELUM meninggalkan Perancis untuk bertolak ke Indonesia, pada 11 Maret 2015, dilaksanakan shipnaming dan commissioning KRI Rigel 933 di Dermaga Les Sables d'Olonne, Perancis, dipimpin Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Ryamizard Ryacudu.

Acara didahului dengan shipnaming kapal yang ditandai dengan pemecahan kendi oleh Ny. Nora Ryamizard Ryacudu selaku ibu kandung kapal, didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, beserta istri. Selanjutnya dilaksanakan upacara commissioning, peresmian KRI Rigel 933 men-jadi Kapal Perang Republik Indonesia.

KRI Rigel 933 bertolak dari Dermaga Les Sables d'Olonne, Perancis, 26 Maret 2015 dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Indonesia tanggal 15 Mei 2015. Selama 50 hari berlayar, KRI Rigel 933 dipimpin oleh Komandan Letkol Laut (P) M. Wirda Prayogo dan diawaki 40 prajurit TNI AL.

Halaman
1234
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help