Liputan Khusus

Cerita Saat Mengurus KTP di Kota Kupang

Ben, warga Kelurahan Liliba mengatakan dia memiliki pengalaman buruk mengurus KTP di kantor itu

Cerita Saat Mengurus KTP di Kota Kupang
DOK PK
Fasilitas pengurusan e-KTP milik Pemkot Kupang

POS KUPANG.COM - Waktu menunjukkan pukul 10.00 Wita, Rabu (13/1/2016). Tempat duduk di ruang tunggu Kantor Dispenduk dan Capil Kota Kupang sudah penuh terutama di depan loket untuk mengurus KTP dan kartu keluarga (KTP). Suasana di dalam ruangan cukup panas meskipun pintu kantor terbuka lebar.

Ada beberapa orang yang terpaksa berdiri di dalam ruangan dan ada juga yang menunggu di luar kantor tersebut. Beberapa orang menggunakan kertas untuk kipas angin. Mereka sabar menunggu giliran dipanggil petugas. Meskipun banyak orang tapi suasana cukup tenang. Kecuali beberapa orang berdiri sambil bercerita. Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil.

Ben, warga Kelurahan Liliba mengatakan dia memiliki pengalaman buruk mengurus KTP di kantor itu. "Saya urus perpanjangan KTP sekitar bulan Oktober. Di dalam bukti untuk mengambil KTP tertulis waktu 12 hari kerja tetapi kenyataannya sekitar tiga minggu baru saya dapat KTP," ujar Ben Menurut Ben, banyak mengalami hal yang sama seperti dirinya.

Ben juga berharap agar kantor Dispenduk dan Capil Kota Kupang dibuat lebih nyaman bagi pengunjung dan staf yang bekerja di sana, misalnya memasang AC (pendingin udara) agar ruangan tidak panas.

Dia membandingkan kenyamanan Kantor Badan Pelayanan Terpadu Kota Kupang dan Dispenduk dan Capil. "Mungkin karena ruangannya tidak nyaman sehingga kelihatan mereka tidak fokus melayani masyarakat. Kalau di Badan Pelayanan, petugasnya fokus untuk melayani. Mudah-mudahan ada perubahan di tempat ini," kata Ben.

Di dalam ruang pencetakan, tidak hanya khusus cetak KTP tapi bersama dengan petugas yang mengurus akta kelahiran, akta kematian dan surat nikah. Tempat untuk pencetakan tidak terlalu besar. Satu meja dengan peralatan komputer dan tripod di depan meja. Jika ada dua atau tiga orang yang akan difoto maka tidak ada tempat lagi untuk orang lain menunggu di sana.

Ellya Djawas, warga Airmata yang ditemui saat mengambil KTP mengatakan dia sempat mengalami kendala karena ada duplikasi data. "Saya sendiri yang salah, waktu perekaman data untuk e-KTP di kantor camat Alak tapi kemudian saya rekam data lagi di kantor Camat Kelapa Lima sehingga terjadi duplikasi data," ujarnya.

Kristofel Tefa, warga Lasiana terpaksa berdiri di dekat pintu masuk karena tidak mendapatkan tempat duduk. Selain itu dia tidak tahan berada di ruangan yang panas tanpa AC. "Saya berdiri saja karena di sini dapat angin," katanya.

Kristofel mengantar dua orang anaknya untuk mengurus KTP baru. Menurut dia, prosedur tidak berbelit-belit tetapi waktu untuk menunggu proses pencetakan yang lama.

"Mereka mengambil formulir, lalu mengisi dan membawa ke kelurahan dan karena sudah ada KK sehingga mereka langsung ke kantor kecamatan. Waktu perekaman data di kantor Camat Kelapa Lima ternyata alatnya rusak sehingga kami dianjurkan untuk rekam di Oebobo dan setelah mendapat rekomendasi dari kantor Camat Oebobo kami ke sini. Tapi karena dari kemarin ada warga yang belum dilayani sehingga sampai siang ini kami belum dapat nomor antre. Kami menunggu saja, kapan dapat nomor antre. Kami ke sini dari jam 8 pagi." katanya.

Kondisi ini mendapat tanggapan dari Sekretaris Komisi I DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli. Ia mengatakan, pelayanan Dispenduk hendaknya sesuai prosedur dan SOP dan tidak boleh berbelit-belit. "Menurut saya kalau sampai terlambat ada beberapa sebab. Pertama sarana dan prasarana kurang mendukung termasuk ruang tempat kerja yang kurang nyaman. Disamping itu kesiapan dan mental aparatur pelayan patut dievaluasi secara serius," kata Adrianus.

Dia memberikan saran kepada pimpinan dan staf Dispenduk dan Capil Kota Kupang agar memberikan pelayanan dengan hati tapi tidak gampang akomodir administrasi kependudukan yang tidak jelas. "Pengawasan dan pembinaan dari Kadis terhadap seluruh aparatur harus dilakukan dengan benar. Kalau ada aparatur yang tidak jelas harus dievaluasi," tegasnya. (hermina pello)

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved