Anak Flores Taklukkan Tanah Timor dari Kesamaan Hobi Raup Prestasi

Mereka anak-anak Flores atau asal Nusa Bunga yang saat ini masih menuntut ilmu di Tanah Timor. Dari kumpul-kumpul dan dari kesemaanan hobi

Anak Flores Taklukkan Tanah Timor dari Kesamaan Hobi Raup Prestasi
Ferry Ndoen
Mereka anak-anak Flores atau asal Nusa Bunga yang saat ini masih menuntut ilmu di Tanah Timor. Dari kumpul-kumpul dan dari kesemaanan hobi itu maka disepakati membentuk klub sepakbola 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Mereka umumnya mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang. Uniknya 98 persen pemain sepakbola di klub ini tinggal di rumah/kamar kos. Namun dari kamar kos itulah mereka bersatu dalam sebuah sebuah tim dan mampu melahirkan sebuah prestasi di jantung Kota Kupang.

"Mereka anak-anak Flores atau asal Nusa Bunga yang saat ini masih menuntut ilmu di Tanah Timor. Dari kumpul-kumpul dan dari kesemaanan hobi itu maka disepakati membentuk klub sepakbola yang diberi nama klub sepakbola Perdana Sakti atau Perdsakt.

Cerita tentang klub sepakbola yang lagi naik daun di Kota Kupang ini disampaikan pelatih Perdsakt, Zeth Adoe, S.Sos, putra asli pulau terselatan NKRI, Nusak Rote. Dialah yang menjadi bidan (pelatih) klub sepakbola komunitas anak Flores di Kupang.

Ternyata Zeth Adoe, pelatih berusia 45 tahun ini bukan asing lagi soal Flores karena lebih 26 tahun hidupnya dihabiskan di Nusa Bunga, Pulau Flores, tepatnya di Kota Ende.

"Saya salut perjuangan anak-anak Flores yang tampil gigih membela klubnya.Mereka berhasil merengkuh juara satu Turnamen Sepakbola Danlanud Cup I/2015. Di laga final, Perdsakt menumbangkan tim tangguh Star Ball FC asuhan pelatih Hilarius Laran skor 1-0, Sabtu (19/12/2015)
Atas kemenangan ini, tim Persdakt berhak meraup uang pembinaan Rp 20 juta serta memboyong trofi bergilir Danlanud El Tari Kupang.

"Saya salut anak-anak Perdsakt yang tampil gigih di lapangan untuk memenangkan pertandingan. Tahun lalu, Perdsakt FC meraih juara pertama Danlanal Cup VI/2014," kata Zeth yang juga punya hobi main tenis meja.

Pria yang pernah melatih sejumlah tim sepakbola perserikatan di NTT, seperti Perseftim-Flotim, Perserond-Rote Ndao, Perss SoE-TTS, dan saat ini masih menjadi pelatih tim sepakbola AS Roma-Kupang mengaku bangga karena prestasi yang diraih Perdsakt menjadi kado akhir tahun 2015 yang paling spektakuler. (ferry ndoen)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help