Harisany Olvira Ballo: Uang Bukan Segalanya

Tuhan senantiasa menyediakan jalan dan berkat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.Sebagaimana yang dialami oleh Harisany Olvira Ballo alias Ira

Harisany Olvira Ballo: Uang Bukan Segalanya
PK/VEL
Olvira Ballo 

Apa target Anda itu?
Saya melihat bahwa sebenarnya apa yang saya jalankan pada bisnis ini bukan sekedar untuk mencari uang, tapi ada target lain yang lebih dari sekedar uang dan itu membahagiakan saya. Seperti yang tadi saya sebutkan, ada relasi yang terbangun.

Uang memang diperlukan, namun uang bukan segalanya. Target saya tidak muluk-muluk, tapi bagaimana bisnis ini bisa berjalan terus untuk menghidupi saya dan juga masyarakat lain yang turut terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam bisnis ini. Banyak juga hal menarik yang bisa saya pelajari dari bisnis ini dan hal itu mendewasakan dan membuat kehidupan saya menjadi lebih berwarna dan punya arti.

Apa suka yang Anda dapatkan dalam bisnis ini?
Saya bahagia jika produk yang keluar dari pemikiran dan ide saya itu bisa dibeli dan disukai orang. Apalagi jika ada orang yang akhirnya menjadi pelanggan setia produk itu. Rasa bahagia itu tidak akan kamu rasakan sampai kamu mengalaminya sendiri.

Itulah kepuasan yang sesungguhnya bagi saya. Senangnya juga, saya bisa mengatur waktu saya. Saya bisa mengarahkan bisnis saya ini dengan 'segila' yang bisa saya ekspresikan. Jika bekerja dengan orang lain tentu kita tidak bisa sebebas jika kita bekerja di bisnis kita sendiri.

Apa dukanya?
Dukanya? Dukanya hanya saya alami sekali waktu awal mula saat menjalankan bisnis saya itu. Adanya penolakan dari sejumlah toko. Hal itu sempat membuat saya bersedih, down, minder, risih dan tidak percaya diri.

Tapi setelah saya bisa melaluinya, akhirnya kini saya lebih percaya diri dan menjadi motivasi untuk terus berinovasi. Ada pengalaman menarik yang saya dapatkan dari sana, bahwa ketika kita ditolak atau di-reject oleh toko, kita tidak bisa menyalahkan toko itu. Justru kita harus terus maju, dan memperbaiki produk kita. Itulah tantangan dan harus kita lewati. Dan saya bersyukur karena bisa melewatinya.

Apakah ada hal lain yang Anda dapatkan dalam bisnis ini?
Banyak hal positif yang saya pelajari tentang kehidupan dari bisnis ini. Kalau dulu saat saya bekerja di kota besar, saya hampir tidak punya waktu untuk keluarga termasuk untuk memanjakan diri saya sendiri. Saya cenderung bekerja seperti robot, bekerja dari pagi hingga malam hari tiada henti.

Meski menghasilkan banyak uang, namun kepuasan batin tidak ada. Sekarang, dengan menjalankan bisnis sendiri, saya bisa membangun diri saya, saya bebas menentukan waktu saya, bebas berkreasi, mengeksploitasi diri, mengembangkan diri.

Saya bisa mencoba ide-ide baru, menjual pemikiran, menjual konsep dalam bentuk produk. Itulah nilai plus yang saya dapatkan dari sekedar mendapatkan uang. Saya bahagia, karena saya juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain meski baru beberapa orang yang bekerja pada saya. Bahkan ada sejumlah produk yang saya kemas dengan anyaman daun lontar, tanaman khas NTT.

Ini menjadi salah satu ciri khas dari produk kacang panggang Mama Ana. Dan, dengan bisnis makanan lokal khas NTT ini, saya sebagai putra daerah bisa ikut mempromosikan NTT melalui produk-produk saya itu. Saya berharap anak-anak muda di NTT juga mulai memikirkan membuat lapangan kerja sendiri.

Bagaimana Anda memotivasi anak muda di NTT?
Saya mau katakan begini. Dunia usaha baik dunia kerja formal maupun dunia kerja non formal, keduanya sama-sama memberi hidup dan penghidupan. Jadi dunia usaha bukan saja ada di pekerjaan formal, namun juga di non formal.

Jaminanya apa? Tidak ada jaminan. Sama seperti kita bekerja, saat kita bekerja baik, maka hasil baik yang akan kita dapatkan. Sebaliknya, jika tidak bekerja maskimal, maka hasilnya pun tidak maksimal. Saya mau memberi semangat bahwa anak muda jangan terlalu terpaku pada satu pekerjaan atau satu cita-cita.

Namun carilah dan ciptakan pekerjaan tambahan. Berpikirlah out of the box. Bolehlah bercita-cita setinggi mungkin, mau bekerja di sini, di situ, di mana saja. Tapi dalam cita-cita itu, coba masukkan juga satu cita-cita untuk berwirausaha. Sejajarkan cita-cita untuk wisrasusaha itu dengan cita-cita yang lain.

Ingat Provinsi NTT punya sumber bahan baku yang sangat banyak, tapi sumber itu banyak diekspor dalam bentuk mentah. Maka, ambillah satu langkah, satu bahan, untuk kita jadikan produk baru dengan inovasi yang baik dan kembangkanlah itu. Saat awal masuk ke dunia usaha, pasti ada hal yang baru, ada tantangan, jatuh bangun.

Namun itu semua proses, tidak selamanya hanya ada hal-hal yang buruk jika kita mau terus berusaha memperbaiki kesalahan dan menemukan ide baru, maka pasti akan ada kemajuan yang bisa kita nikmati.

Apa yang menjadi pegangan Anda dalam bisnis ini?
Saya selalu mengandalkan Roma 8:28: "Sebab kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Ayat ini sangat saya sukai dan menjadi pedoman kehidupan saya. Menurut saya, dia tas semua cita cita, dan semua rencana baik kita, maka kita harus bekerja dan berusaha melakukannya dengan baik sesuai porsi kita. Sisanya, ada variabel lain yang menjadikan penentu untuk mengaminkan cita-cita kita itu.

Dan variabel lain itu adalah milik Tuhan Yesus Kristus.Dia akan memberikan apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan memberikan apa yang menjadi keinginan kita. Waktu-Nya bukan waktu kita. (*)

Bio File
Nama : Harisany Olvira Ballo
TTL : Kupang, 29 Oktober 1973
Orangtua: Ir. Daniel Rudolf Ballo & Tidora Adriana Ballo -FanggidaE

PENDIDIKAN:
SD Oeba 4 Kupang
SMPN 1 Kalabahi Alor
SMAN 1 Kupang
Flinders University Australia 1997

USAHA :
Nama: CV. Beumopu Elba Jaya (Brand MAMA ANA)
Alamat : Jl. Johanis Fanggi Beumopu Km.12 Lasiana Kupang NTT (Seberang Gereja GMIT Imanuel Beumopu Lasiana).
Telp : 0380-8551668 / 0813 984 948 35
Website : www.mama-ana.com
Email : olvira.ballo@mama-ana.com

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved