Seminar Nasional PGRI di Sumba Barat

PGRI sebagai tempat berhimpunnya segenap guru dan tenaga kependidikan lainnya di Indonesia, memiliki misi diantaranya mensukseskan pembangunan nasiona

Seminar Nasional PGRI di Sumba Barat
net
Logo PGRI Kupang

POS KUPANG.COM, WAIKABUBAK- Save the Children bekerjasama dengan PGRI menggelar seminar nasional tentang pendidikan di Waikabubak, Sumba Barat, Rabu (25/11/2015).

Seminar pendidikan, ini bertepatan dengan Hari PGRI. Save the Children memilih PGRI, karena merupakan salah satu element pendidikan di Indonesia yang terkait langsung dengan target Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan).

PGRI sebagai tempat berhimpunnya segenap guru dan tenaga kependidikan lainnya di Indonesia, memiliki misi diantaranya mensukseskan pembangunan nasional, memajukan pendidikan nasional, meningkatkan profesionalitas guru sehingga pembangunan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat direalisasikan.

Demikian SPO Communication & Advocacy Save the Children, Liesda Damayanti dalam press release yang diterima Pos Kupang, Senin (23/11/2015).

Liesda mengatakan, peningkatan kinerja dan kualitas guru, termasuk ke dalam agenda khusus kegiatan dan perjuangan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Berdasarkan kajian di berbagai negara, peran guru dalam peningkatan mutu pembelajaran lebih dari 60 persen, artinya, peran guru sangat penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, PGRI harus mendorong dan mengusahakan terjadi perubahan pola pikir dan kinerja guru menjadi lebih baik dan profesional. PGRI juga harus mendorong agar suasana kerja profesional guru menjadi lebih membudaya.

Agenda khusus kegiatan dan perjuangan PGRI, juga memuat perbaikan sistem pendidikan nasional sebagai salah satu kegiatan prioritas yang dilakukan dengan melaksanakan kajian dan diskusi secara komprehensif berkaitan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan dan dimungkinkan pada perbaikan sistem pendidikan, dengan melibatkan para birokrasi pendidikan, tokoh politik, pakar pendidikan, tokoh pendidikan,
para praktisi, dan pihak-pihak lain yang peduli pada pendidikan.

Di sisi lain terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan 2030, Save the Children, sebagai lembaga yang berkomitmen mendukung pendidikan anak-anak di Indonesia, menetapkan sasaran-sasaran dan visinya untuk kerangka kerja baru ini, salah satunya memastikan bahwa semua anak akan menerima pendidikan berkualitas dan mencapai hasil belajar yang baik. Hal ini tercermin pada penetapan hasil jangka menengah dari program sponsorship Save the Children di Sumba.

Lanjut Liesda, hasil riset baseline program Sponsorship di Sumba Barat menunjukkan, tingkat pendidikan pada tenaga pendidik (tendik) PAUD yang disurvei masih lebih rendah dibanding standar nasional. 89,2 Persen, hanya memiliki tingkat pendidikan sekolah menengah. Sementara rata-rata 65 persen guru sekolah dasar merupakan guru honorer, yang peningkatan kapasitasnya terabaikan dibanding guru pegawai negeri.

Seminar ini bertujuan menambah wawasan, masukan dan informasi bagi para guru, tenaga pendidik, pemerintah dan stakeholder lainnya, untuk peningkatan profesionalisme guru dan upaya mewujudkan pendidikan berkualitas di lingkungan pembelajaran yang berkualitas di Sumba Barat. Selain itu, meningkatkan profesionalisme guru-guru Sumba Barat, menambah wawasan dan informasi terkini tentang standar pendidikan berkualitas pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar demi menyongsong tujuan Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan) 2030. (pet)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help