Kasus Tanah 3,9 Ha Oebelo, Gubernur Didesak Hadirkan Pangalimang

Markus Natonis, S.H, Kadis Pelayanan Pertanahan Kabupaten Kupang sekaligus Ketua Tim Khusus (Timsus) Penyelesaian Konflik Tanah di Resetlement Oebelo

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Markus Natonis, S.H, Kadis Pelayanan Pertanahan Kabupaten Kupang sekaligus Ketua Tim Khusus (Timsus) Penyelesaian Konflik Tanah di Resetlement Oebelo mendesak Gubernur NTT untuk memfasilitasi penyelesaian konflik tanah seluas 3,6 hektar di Oebelo.

"Caranya Gubernur NTT menghadirkan Kadis PU NTT, Ir. Andre Koreh dan Frans Pangalimang, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Kantor Dinas PU NTT, dalam rapat penyelesaian konflik tanah," jelas Natonis.

Dalam rapat itu nanti, jelas Natonis, Timsus akan mengkonfrontir antara pemilik tanah dengan dua pejabat di Kantor Dinas PU NTT tersebut.

Sekaligus memastikan keaslian beberapa dokumen terkait pembelian tanah di Desa Oebelo.

Sebab dalam dua kali rapat sebelumnya, dua pejabat ini selalu mangkir.

"Cuma itu saja desakan dari Timsus agar konflik tanah itu dapat segera diselesaikan. Jika dibiarkan berlarut-larut maka
bisa menjadi konflik berdarah," jelas Natonis.

Sebelumnya, upaya uji petik tanah atas lahan seluas 3,9 ha di RT 18 RW 007 Desa Oebelo, di Kupang Tengah, Rabu (30/9/2015) siang gagal dilaksanakan tim teknis.

Pasalnya salah satu anggota tim teknis Kabid Cipta Karya di Kantor Dinas PU NTT, Frans Pangalimang, tidak hadir dalam rapat teknis di Kantor Desa Oebelo, Rabu siang. Diperoleh informasi, Frans sedang tugas ke Jakarta.

Rapat teknis ini digelar sebelum tim turun ke lokasi tanah yang disengketakan, di RT 18, RW 007 Desa Oebelo. Rapat dipimpin Kadis Pelayanan Pertanahan Kabupaten Kupang, Markus Natonis.

Halaman
123
Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help