El Tari Memorial Cup

Final Ideal dan Pepatah Klasik

Semuanya masih rahasia. Tetapi apa pun hasilnya sepak bola NTT tetap maju, berkembang dan bersahabat.

Final Ideal dan Pepatah Klasik
Net

Catatan Akhir ETMC 2015
Oleh Johni Lumba

POS KUPANG.COM - Partai Final Turnamen sepak bola paling akbar di NTT, El Tari Memorial Cup Tahun 2015 di Maumere, Sikka pada hari ini, sekaligus akan membuat sejarah baru bagi Persami Maumere, apakah benar Persami membuka dengan kekalahan dan menutup dengan kemenangan? Ataukah Perse Ende yang dikalahkan di babak penyisihan oleh Persami akan mampu membalas di partai final? Keduanya masih misteri, apakah benar pepatah klasik yang mengatakan, Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian dan bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian akan menjadi kenyataan?

Semuanya masih rahasia. Tetapi apa pun hasilnya sepak bola NTT tetap maju, berkembang dan bersahabat.

Apakah pepatah klasik ini juga akan berlaku nyata dalam turnamen sepak bola paling akbar di daratan NTT ini. Jika demikian, kita akan menunggu hasil akhir dari turnamen ini, sebab kedua tim yang akan tampil di partai final hari ini tentu mengeluarkan segala kemampuan dan talentanya karena mereka ingin membuat sebuah cerita panjang yang bersejarah dan tidak jauh berbeda dengan pepatah klasik tersebut.

Persami sebagai tuan rumah pernah mengalami peristiwa yang sama sebab pada saat partai pembukaan ketika berhadapan dengan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tim asuhan Fredy MB dikalahkan dengan skor 2-1. Demikian juga dengan Perse Ende, yang harus mengalami nasib yang serupa, malah dikalahkan oleh tuan rumah pada babak penyisihan karena berada dalam satu pool.

Football is art, sepak bola adalah sebuah seni dalam memainkan si kulit bundar dan juga seni dalam liku-liku perjalanan selama pertandingan babak penyisihan sampai partai final.

Persami Maumere dan Perse Ende telah merasakan hal tersebut, sehingga pertandingan final hari ini tentu akan memberikan makna tersendiri, apakah Persami yang pada partai pembukaan menderita kekalahan dan harus menang di partai puncak? Atau Perse Ende yang dikalahkan Persami pada saat babak penyisihan di pool mampu membalikkan situasi di partai pamungkas? Ujian tentang pepatah klasik ini akan ditentukan ketika wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Apakah Persami yang berakit-rakit ke hulu? Ataukah Perse Ende yang bersenang-senang ke tepian atau sebaliknya?

Jika ingin melihat pertandingan sepak bola modern, maka partai final ETMC tahun 2015 ini akan menyajikan permainan yang benar-benar dengan penerapan skill tinggi, bukan bermain bola yang hanya mengandalkan kick and run, tetapi lebih dari itu adalah kick, run, skill and art football modern.

Kedua tim yang masing-masing menurunkan pemain terbaik akan menampilkan sepak bola indah ala NTT tentu akan memberikan hiburan di tengah kisruh sepak bola Indonesia yang kian hari tak menentu.

Komitmen dan kehebatan Persami dan Perse adalah mengangkat harkat dan martabat daerah masing-masing, maka tidaklah mengherankan jika manajemen mendatangkan para pendukung dan supporter yang luar biasa seperti ketika kita menyaksikan pertandingan sepak bola Liga Indonesia di Surabaya, Bandung, Malang, Kalimantan, Papua dan lainnya.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help