Hambu dan Loni Dituding Kerja Sama

Puluhan warga penerima raskin mendatangi Kantor Lurah Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Hambu dan Loni Dituding Kerja Sama
POS KUPANG/ROBERT ROPO
DEMO -Warga penerima raskin saat berdemo di Kantor Kelurahan Tanah Rata, Jumat (23/10/2015). 

POS-KUPANG.COM, BORONG - Hari Jumat (23/10/2015) pagi sekitar pukul 07.30 Wita, puluhan warga penerima raskin mendatangi Kantor Lurah Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Warga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan ini datang menggunakan satu unit mobil pick up dan puluhan kendaraan roda dua. Mereka berdemo kembali karena jatah raskin enam bulan tahap II tahun 2015 belum juga diterima.

Saat tiba di Kantor Lurah Tanah Rata, kantor dalam keadaan tertutup. Warga menunggu di halaman kantor tanpa melakukan tindakan anarkis. Sekitar pukul 09.00 Wita, Sekretaris Lurah, Marsum, tiba di kantor dan menerima para pendemo.

Para pendemo sempat bersitegang dengan sekretaris lurah. Namun berhasil diamankan oleh Camat Kota Komba, Ferdinandus Lendo dan aparat Pol PP Matim.

Saat berada di kantor lurah, para pendemo menyebut Kabag Ekonomi Setda Matim, Laurensius Hambu dan Lurah Tanah Rata bekerja sama. Mereka juga berteriak:

"Kami datang ambil beras kami, Lurah Tanah Rata Bohong dan sudah makan uang. Lurah sudah kabur karena sudah nikmati uang rakyat. Lurah kembalikan uang kami."

Warga penerima raskin, Rufina, ketika ditemui di sela-sela melakukan aksi demo mengatakan, mereka menuntut agar lurah membagikan raskin kepada mereka.

Sesuai janji Lurah, Yohanes Loni, dan Kabag Ekonomi, Laurensius Hambu, saat mereka melakukan aksi demo, Kamis (15/10/2015), paling lambat, Selasa (20/10/2015), beras harus sudah diterima oleh warga. Namun nyatanya mereka belum menerima raskin.

Warga lainnya, Kanisius Samin, mengatakan, jika sampai hari ini (Kemarin, Red) juga mereka belum menerima raskin, maka Lurah Tanah Rata harus mengembalikan uang sesuai harga beras di pasaran, yakni Rp 12.000/kg, dan total beras yang harus diterima 90 Kg.

Samin mengatakan, warga menuntut Lurah Tanah Rata, Yohanes Loni, membuat pernyataan jika sampai batas waktu belum juga membagikan beras maka mereka akan memroses secara hukum.

Lambertus Juma, Basilius Nai, Lolensius Ambon, juga menuntut agar raskin segera diterima, karena sesuai janji Lurah dan Kabag Ekonomi beras paling lambat terima hari Selasa (20/10/2015). Namun nyatanya sampai sekarang belum juga diterima.

Sekretaris Lurah Tanah Rata, Marsum mengatakan, ia tidak tahu sedikitpun persoalan ini. Sebab dia tidak pernah tahu dan tidak pernah pegang uang raskin itu, semuanya langsung kepada lurah. (rob)

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved