Rusdi Tewas tertimpa Kayu Kapuk

Rusdi alias Daeng, tukang potong kayu asal Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, tewas tertindih dahan pohon kapuk ketika dia memotong kayu kapuk

Rusdi Tewas tertimpa Kayu Kapuk
net
ilustrasi tewas tertimpa kayu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Rusdi alias Daeng, tukang potong kayu asal Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, tewas tertindih dahan pohon kapuk ketika dia memotong kayu kapuk tersebut menggunakan gergaji mesin (chainsaw), Kamis (22/10/2015).

Wilhelmus Ferianto, anak buah dari Rusdi, kaget ketika ia bersama tiga warga melihat Rusdi sudah tewas tertindih dahan pohon kapuk di belakang rumah Paulus Samuel, di Desa Habi, Kecamatan Kangae.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu Rusdi sudah selesai memotong kayu kapuk tersebut. Kayu kapuk yang berusia puluhan tahun ditarik menggunakan tali nilon berukuran besar oleh empat orang.

Ketika kayu tumbang dahan kayu kapuk yang tidak dipotong mengenai pohon riti. Dahan kapuk terpelanting kembali dan jatuh mengenai wajah Rusdi.

Rusdi, warga Selayar ini terpental ke tanah dan wajahnya remuk tertimpa dahan kapuk. Empat orang yang menarik kayu berusaha menyelamatkan Rusdi, tapi tidak berhasil. Rusdi meninggal di lokasi kejadian.

Keempat orang yang membantu korban, yakni Wilhelmus Ferianto, Martinus Tonce, Moat Lolo dan Moat Sesi, serta Samuel Paulus kaget begitu melihat dahan pohon menindih Rusdi.

"Kami angkat dahan pohon yang menindih wajah Rusdi. Kami sangka dia masih hidup, ternyata dia sudah meninggal. Kami pindah ke tempat yang aman, warga melapor kepada polisi," kata Wilhelmus Ferianto, anak buah Rusdi saat ditemui di Ruang Jenazah RSUD Maumere, Kamis (22/10/2015) siang.

Ferianto menjelaskan, Rusdi selama ini bersamanya berprofesi sebagai tukang potong kayu pakai chainsaw. Pada Kamis (22/10/2015) Samuel menghubungi dirinya meminta bantuan Rusdi memotong kayu kapuk di belakang rumahnya.

"Saya hubungi Rusdi dan dia datang ke Habi. Setelah tiba dia ke toko membeli setir mesin potong kayu yang rusak. Setelah mesin potong kayu diperbaiki kami mulai potong kayu pukul 11.00 Wita. Saat pohon mau tumbang, saya dan empat orang hendak tarik biar jatuhnya ke samping agar tidak menindih rumah Samuel. Ketika kami tarik dahan kayu itu terpental mengenai wajah Rusdi," kata Ferianto, warga Desa Langir, Kecamatan Kangae.

Ia menjelaskan, Rusdi sudah berkeluarga dan tinggal di Kampung Wuring. Istrinya beberapa hari yang lalu ke Selayar dan belum kembali.

"Rumahnya dekat Masjid Wuring. Dia tinggal bersama keluarganya. Selama saya jadi anak buahnya kalau dia mau potong kayu di Sikka dia pasti ajak saya," ujar Ferianto.

Ferianto mengaku tak ada firasat buruk atau tanda-tanda khusus. Rusdi selama memotong kayu hanya diam, tidak banyak bicara. "Korban datang langsung potong kayu pakai gergaji mesin.Kami sempat makan pagi lalu mulai kerja," kata Ferianto.

Samuel Paulus, pemilik pohon kapuk sempat syok ketika berada di rumah sakit. Dia tampak kebingungan dan panik. Ada rasa takut menyelimuti wajahnya. Wajahnya tampak pucat.

Memakai baju yang kusut, Samuel mengaku sebagai pemilik pohon kapuk yang dipotong Rusdi.

"Saya mau buat papan dan pohon kapuk itu sudah tumbuh sejak saya sekolah dasar. Usia pohon kapuk itu sama umur saya sekitar 40 tahun. Pohon kapuk itu ada dahan. Sebelum dipotong pakai mesin potong kayu, dahan kapuk yang panjang sudah kami potong. Dahan yang besar tidak dipotong. Dahan yang tidak potong itu yang terpental kembali karena tertahan pohon yang ada di depan dahan kapuk itu," papar Samuel.

Nawar, warga Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang yang pertama datang ke ruangan jenazah RSUD Maumere adalah tetangga Rusdi.

"Ada orang yang telepon saya, Rusdi ada di ruangan jenazah. Rusdi meninggal dunia karena wajahnya tertindih pohon kayu. Saya ke rumah sakit. Keluarganya Rusdi ada di Selayar. Keluarganya di sini (Maumere) tidak ada. Saya sudah hubungi tetangga di Wuring ke rumah sakit biar kita urus jenazahnya untuk dimakamkan. Kami harus tolong karena yang mati ini manusia dan orang ini adalah tetangga kami di Wuring," ujar Nawar.

Kanit Identifikasi Polres Sikka, Bripka David Jeradu menjelaskan, wajah Rusdi remuk tertindih dahan kapuk yang cukup besar. (ris)

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved