Masalah Dokter di NTT

Satu Dokter Ahli Praktik di Lima Rumah Sakit

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir rumah sakit tumbuh subur di Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Satu Dokter Ahli Praktik di Lima Rumah Sakit
Net
Ilustrasi dokter

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir rumah sakit tumbuh subur di Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pertumbuhan itu melahirkan fakta baru yakni seorang dokter ahli melakukan praktik di lima rumah sakit (RS) berbeda di kota ini.

Undang-Undang (UU) Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran menegaskan seorang dokter hanya boleh praktik di tiga tempat berbeda. Ditemui di kantornya belum lama ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana mengakui dokter ahli diberi izin praktik di lima tempat karena keterbatasan dokter ahli di Kota Kupang.

"Biasanya saya tidak pernah mengizinkan lebih dari lima tempat. Karena kalau sudah lebih dari lima tempat praktik, seorang dokter susah untuk bergerak. Dokter tersebut pasti capai. Kalau dokter sudah praktik di tiga tempat, saya usulkan surat penugasan maksimal dua tempat lagi," jelas Ari.

Ia mengungkapkan, dokter ahli yang masih langka di Kota Kupang, yakni dokter anastesi, THT dan jantung. Dokter spesialis yang sudah mulai banyak, yakni spesialis anak dan kandungan.

"Kalau semua rumah sakit memfungsikan ruangan operasi, maka dibutuhkan dokter anastesi. Sedangkan di Kota Kupang hanya ada tiga dokter anastesi. Demikian juga dokter THT masih langka," katanya.

Karena itu, Ari menyarankan agar perkumpulan dokter spesialis duduk berembuk membicarakan pembagian tugas di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang, sehingga semuanya bisa terbagi secara adil.

Menurutnya, kebutuhan dokter ahli di Kota Kupang cukup banyak seiring bertambahnya jumlah rumah sakit di kota ini. "Kalau tidak salah di Kota Kupang ada 12 rumah sakit dengan berbagai tipe, yakni tipe D, C dan B," ujarnya.

Ari mengatakan, RS tipe D tidak membutuhkan dokter spesialis, cukup dokter umum. RS Tipe D ini hampir sama dengan rumah sakit pratama atau klinik. Sedangkan RS Tipe C, minimal empat dokter spesialis dasar, yakni bedah, anak, kandungan dan penyakit dalam. Tetapi kalau tipe B, semua pelayanan harus ada dokter.

"Kalau RS Tipe C yang kekurangan dokter spesialis, mereka harus kerja sama dengan rumah sakit yang memiliki tenaga dokter spesialis. UU Praktik Kedokteran menegaskan, seorang dokter hanya memiliki surat izin praktik di tiga tempat. Misalnya, seorang dokter di RSUD WZ Johannes, lalu ada satu tempat praktik dan satunya lagi mau di mana, tinggal dia memilih," urai Ari.

Ari mengatakan, khusus di Kota Kupang, selain tiga tempat praktik dan karena kelangkaan dokter spesialis, maka Dinas Kesehatan Kota Kupang boleh mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk mengeluarkan surat penugasan atas permintaan rumah sakit manapun.

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help