profil

Yovita Tafuli Salurkan Naluri Bermain

Pemain yang satu ini pada saat pemanasan di lapangan voli terlihat biasa-biasa saja.

Yovita Tafuli Salurkan Naluri Bermain
PK/FEN
Yovita Tafuli 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemain yang satu ini pada saat pemanasan di lapangan voli terlihat biasa-biasa saja. Pukulan bola kepada rekan sesama timnya, juga tidak terlihat ada kelebihan jika dibandingkan rekan satu timnya.

Namun jangan biarkan pemain yang satu ini bergerak bebas di depan net. Maka naluri 'membunuh' saat melakukan spike di bibir net cukup mematikan. Itulah ciri khas Yivita Tafuli, salah satu pemain voli putri Klub Sola Gracia, saat Open Turnament Bola Voli PDAM Tirta Lontar Cup 2015 yang bergulir tanggal 22-28 September 2015 di GOR Flobamora Oepoi Kupang.

Tipe permainan Yovita Tafuli, gadis hitam manis kelahiran 15 Februari 1994, di Saenam- Eban, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), cukup tajam pada saat smes bola di bibir net.

"Open Turnament Voli PDAM Tirta Lontar Cup I/2015 dari segi bonus atau hadiah lumayan besar mencapai Rp 150 juta. Namun dari segi distribusi pemain saat bertanding di lapangan masih perlu dipertimbangkan eksisten pemain lokal. Maksimal pemain proliga atau pemain nasional. Atau pemain asal klub asal luar NTT cukup diakomodir maksimal dua pemain saja. Misalnya, spiker serta toser. Dan didukung empat pemain klub lokal asli dari wilayah NTT untuk memberdayakan dan mengasah kemampuan pemain lokal," papar Yovita, saat bincang-bincang dengan Pos Kupang di GOR Oepoi Kupang, sebelum tim Sola Gracia tampil melawan Klub LPJ-Platina memperebutkan juara tiga final Turnamen Voli PDAM Tirta Lontar Cup 2015, Senin (28/9/2015).

Tentang prestasi yang pernah di raih klub voli ini, Yovita didampingi pelatih Klub Sola Gracia Kupang, Denisius Patti mengatakan, klub voli ini baru seumur jagung karena dibentuk tanggal 12 Oktober 2013.

"Klub Sola Gracia lahir karena semua pemainnya adalah tim voli Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Kami semua sering latihan voli di Kampus UKAW Kupang di Jalan Adi Sucipto, Oesapa, Kupang. Dari sini, kak Denisius melihat ada potensi yang bisa dikembangkan untuk membentuk klub voli putri di luar klub voli Kampus UKAW. Kebetulan semua pemain belum terikat dengan klub voli lainnya," kata Yovita, yang juga mahasiswa semester V PJKR, UKAW Kupang.

Yovita mengaku voli adalah permainan tim. Karena itu, tidak bisa seorang pemain membusung dada bahwa dirinyalah yang paling hebat dalam tim. Kehebatan seorang pemain voli terletak pada dukungan kerja sama tim dan kekempokkan pemain saat bertanding. "Butuh kerja sama tim di semua lini," ujarnya.

Tentang prestasi yang pernah diraih Klub Sola Gracia, Yovita mengaku, klub voli putri ini tampil pertama pada turnamen Voli Efata Cup di SoE, Kabupaten TTS bulan Oktober 2013 dan Sola Gracia berhasil meraih juara III.

Setelah itu, Sola Gracia mengikuti Kejuaraan Voli Bupati TTS Cup Tahun 2014 dan meraih juara IV.

Selain itu, pada pertandingan bola voli antar gereja di lokasi Naikolan yang digelar Gereja Betlehem-Naikolan, tim voli putri Sola Gracia keluarga sebagai juara III. "Perlu perbanyak turnamen bola voli sehingga gairah pemain lebih memuncak karena bisa menyalurkan naluri bermain pada turnamen resmi pasca latihan rutin di klub," ujarnya.

Tentang pemain proliga yang terlihat jauh lebih tangguh dan berkualitas, Yovita mengaku karena dari segi fisik pemain proliga jangkauan tubuhnya lebih bagus dan lebih lentur.

"Mereka itu pemain proliga yang sudah profesional. Wajar karena itu profesi mereka. Ibarat itu makanan mereka. Kalau kami masih sebatas hobi bemain voli," kata Yovita.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved