Kasus Buang Bayi di Pantai Beru

Polisi di Sikka Data Ibu Hamil

Polisi sedang bekerja di lapangan dengan mengumpulkan data-data kaum ibu dan wanita yang hamil di sekitar lokasi pembuangan bayi, Sabtu (3/10/2015)

Polisi di Sikka Data Ibu Hamil
POS KUPANG/ARIS NINU
PANTAI BERU - Dua bocah sedang menunjuk lokasi penemuan bayi di Pantai Beru, Kelurahan Beru, Sabtu (3/10/2015) pagi. 

"Saya akan meminta bantuan Lurah Beru agar bisa melakukan pendataan dan pengecekan di lapangan," ujar Frans.

Pendataan ibu hamil, kata Frans, bukan saja di Kelurahan Beru, tapi di kelurahan yang berada di pesisir pantai pun akan dilakukan, seperti Waioti dan Kota Baru.

Bayi malang itu ditemukan oleh tiga bocah asal Kampung Beru, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sika, Sabtu (3/10/2015). Sebuah benda yang mereka kira boneka di Pantai Beru, ternyata jasad bayi.

Pantai Beru yang dipadati bangunan kafe berbentuk lopo yang selama ini menjadi sebuah lokasi tujuan wisata kuliner lokal, hari itu tiba-tiba geger karena penemuan jasad bayi.

"Kami kira boneka. Setelah saya balik menggunakan kayu ada tulang rusuk. Ternyata bayi," kata Badriah (13), satu dari tiga bocah yang menemukan jasad bayi tersebut ketika ditemui di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu siang.

Perasaan takut itu masih diperlihatkan Badriah ketika menuturkan kembali kronologi penemuan bayi itu. Badriah mengatakan, pagi itu sekitar pukul 08.00 Wita, dirinya bersama kedua adiknya, Fika (10) dan Fikri (9) turun ke Pantai Beru yang letaknya hanya sekitar 10 meter dari rumahnya untuk mencari siput karena saat itu air laut sedang surut.

Sampai di depan Kafe Turap, tiba-tiba sang adik, Fikri melihat benda mirip boneka. Badriah yang merupakan kakak tertua dari tiga bersaudara itu, langsung mendekati benda mirip boneka itu. Namun ia tidak langsung menyentuh menggunakan tangan.

Menggunakan sebatang kayu yang ada tidak jauh dari TKP, Badriah berusaha membalikan benda mirip boneka yang ada di kedalaman 30 centi meter dari permukaan laut tersebut. Upaya Badriah berhasil. Namun bukan boneka, benda itu ternyata lebih mirip manusia karena ada tulang rusuk.

Kaget dan takut, ketiga bocah itu kemudian meninggalkan benda itu dan bergegas kembali ke rumah. Kepada sang ayah, Muhammad Rafi, ketiga bocah itu menceritakan apa yang baru saja mereka lihat di Pantai Beru. Muhammad Rafi pun bergegas menuju lokasi yang disebutkan ketiga buah hatinya.

Setelah sampai di TKP, Muhammad Rafi baru bisa memastikan bahwa benda mirip boneka itu ternyat jasad bayi. Jasad bayi itu sudah tak utuh lagi. Tinggal tengkorak kepala dan rangka tanpa kedua tangan.

Muhammad Rafi selanjutnya, melaporkan peristiwa penemuan bayi itu kepada Wakil Ketua RT setempat, Wiwiyana dan kepada Polres Sikka. (ris)

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help