Kasus Buang Bayi di Pantai Beru

Polisi di Sikka Data Ibu Hamil

Polisi sedang bekerja di lapangan dengan mengumpulkan data-data kaum ibu dan wanita yang hamil di sekitar lokasi pembuangan bayi, Sabtu (3/10/2015)

Polisi di Sikka Data Ibu Hamil
POS KUPANG/ARIS NINU
PANTAI BERU - Dua bocah sedang menunjuk lokasi penemuan bayi di Pantai Beru, Kelurahan Beru, Sabtu (3/10/2015) pagi. 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Kapolres Sikka, AKBP I Made Kusuma Jaya, SH, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Sikka, AKP Hendri Sianipar menegaskan, polisi sedang bekerja di lapangan dengan mengumpulkan data-data kaum ibu dan wanita yang hamil di sekitar lokasi pembuangan bayi, Sabtu (3/10/2015) pagi.

Pendataan ini, kata Sianipar, penting guna mengendus pelaku yang membuang bayi yang sedang ditangani aparat Polres Sikka.

"Kami sudah ke lokasi dan melakukan olah TKP termasuk memeriksa saksi yang menemukan pertama bayi tersebut," kata Sianipar di Mapolres Sikka, Minggu (4/10/2015) siang.

Sianipar mengatakan, warga di Kelurahan Beru atau siapa saja yang mengetahui wanita yang membuang bayi di Pantai Beru bisa menghubungi pihak kepolisian.

"Wanita yang membuang bayinya pasti malu atau ada sebab lain melakukan perbuatan itu. Tetapi sejauh ini kami masih mencari tahu siapa pelakunya," ujar Sianipar.
Lokasi tempat ditemukan bayi malang oleh tiga bocah di Café Turap Beru berada di kawasan pesisir pantai utara Flores.

Di lokasi itu ada bangunan turap penahan gelombang menggunakan batu besar pada tahun 2009-2010.

Ada sejumlah warga di pesisir itu yang telah membangun tenda dari bambu guna membuka usaha makan dan minum bagi warga Maumere yang ingin bersantai di malam hari dan di akhir pekan.

Sianipar menuturkan, upaya yang telah dilakukan polisi menangani kasus buang bayi yakni telah meminta bantuan Dinas Sosial dan Nakertrans Sikka menguburkan bayi tersebut.

"Penguburan dilakukan karena kondisi bayi bisa membusuk. Polisi juga tidak bisa melakukan pemeriksaan DNA karena orang yang dicurigai atau diduga melakukannya belum diketahui. Apabila ada pemeriksaan DNA dilakukan pihaknya pasti akan mengirim datanya ke Labfor Denpasar-Bali.Tetapi upaya itu tidak bisa dilakukan karena pelakunya sedang dalam proses penyelidikan," papar Sianipar.

Menyikapi adanya pendataan dari kepolisian, Camat Alok Timur, Frans da Lopez, kepada Pos Kupang di Maumere, Minggu (4/10/2015) siang, mengatakan, pihaknya akan mengerahkan semua perangkat di tingkat bawah seperti RT dan RW guna melakukan pendataan.

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved