Tuhan Tolong Saya Lewat Mesin

Selama sembilan tahun itulah ia harus menjalani cuci darah setiap minggu di RSUD Prof.Dr. WZ Johannes Kupang

Tuhan Tolong Saya Lewat Mesin
Pos Kupang
Dilson Malelak, sedang menunggu penyelesaian pencucian darahnya di Unit Cuci Darah RSU Siloam Kupang, Kamis (1/10/2015) 

POS KUPANG.COM. KUPANG - Kalau tidak cuci darah atau terlambat sehari saja, saya lemas. Hendak mual-mual. Setelah cuci darah, saya bisa bermain dengan teman-teman.

SEMBILAN tahun menderita gangguan ginjal, membuat Dislon Malelak alias Kevin (32), harus akrab dengan mesin cuci darah. Selama sembilan tahun itulah ia harus menjalani cuci darah setiap minggu di RSUD Prof.Dr. WZ Johannes Kupang. Dan, saat ini Kevin harus dua kali seminggu cuci darah.

Pagi itu, Kamis (1/10/2015) sekitar pukul 08.00 Wita, ruang unit Hemodialisa di Lantai II Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Kupang terlihat kesibukan para dokter, perawat dan petugas. Unit yang baru dibuka ini adalah salah satu unit yang cukup penting pada rumah sakit, unit pelayanan cuci darah.

Empat mesin cuci darah jenis B Braun, Tipe dialog+ buatan Jerman berjejer. Dalam ruangan cuci darah ini dilengkapi fasilitas seperti tempat tidur pasien serta sejumlah televisi. Selain tempat tidur rumah sakit ini juga menyiapkan kursi khusus bagi pasien saat cuci darah.

Pada salah satu tempat tidur berbaring Kevin. Kevin adalah pasien yang pernah menjalani cuci darah di RSU Prof Dr.WZ Johannes Kupang. Setelah RSU Siloam Kupang membuka unit cuci darah, maka Kevin adalah pasien pertama yang menjalani cuci darah di rumah sakit tersebut. Kevin didampingi dr.Kamelus Karangora, Sp.PD.

Saat masuk ruangan ini, Kevin tidak asing lagi, ketika dipersilakan naik ke tempat tidur. Ia langsung menempati salah satu tempat tidur yang berdampingan dengan mesin cuci darah.

Kevin sudah sembilan tahun menjalani cuci darah dengan frekwensi dua kali seminggu. Sebagai pasien pertama yang dilayani dan bertepatan dengan pembukaan unit cuci darah, maka cuci darah Kevin disaksikan beberapa unsur pimpinan RSU Siloam Kupang, diantaranya Direktur Pelayanan Medik, dr. Rita Enny.S, M.Kes; Direktur Eksekutifr, dr. Nana Hasan, dr. Heru AA Tjahyono, Sp.OG, para dokter, perawat dan para karyawan RSU Siloam.

Sebelum menjalani cuci darah, dr. Kamelus memeriksa tekanan darah Kevin. Kemudian petugas mulai memasang selang dari mesin ke lengan Kevin. Karena sudah terbiasa, Kevin terus senyum ketika selang infus cuci darah dipasang di lengan kanannya.
Kevin harus bertahan untuk cuci darah antara 2-4 jam setiap kali cuci darah. "Ketika usia 23 tahun itulah awal saya menjalani cuci darah. Kini, usia saya sudah 32 tahun. Berarti saya menjalani cuci darah selama sembilan tahun," ujar Kevin.

Kevin adalah anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Anton Malelak (almarhum) dan Ibu Leneng. Kevin alumni SMK Negeri 1 Kupang program keahlian akuntansi tamat tahun 2001. Kevin melanjutkan pendidikan di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Bali, Di Undiknas Denoasar, Kevin mengambil Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen.

Perjalanan kuliahnya lancar hingga semester VIII. Namun, kakak dari Ento dan Josua ini harus berjiwa besar tidak melanjutkan kuliah karena harus menjalani perawatan cuci darah di Kupang sejak tahun 2006 hingga saat ini.

Halaman
12
Editor: Marsel Ali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved