Tamu Kita

Jabatan Jadi Taruhan

Menjadi pengawas sekaligus menerima dan menyelesaikan berbagai laporan pengaduan masyarakat atas pelayanan publik tidaklah mudah dilakukan.

Jabatan Jadi Taruhan
POS KUPANG/NOVEMY LEO
KELUARGA -Ketua Perwakilan Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, SH bersama istri dan kedua anaknya. 

Dan kami kembali memfasilitasi dan kemudian memberikan saran dan rekomendasi untuk dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Dan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Bab 13 menyebutkan bahwa kepala daerah yang tidak mengikuti saran atau rekomendasi Ombudsman, maka kepala daerah yang bersangkutan akan diberikan sanksi berupa pembinaan oleh Mendagri. Kepala daerah dimaksud akan diikutkan dalam pendidikan dan latihan (diklat) khusus terkait pemerintahan oleh Mendagri.

Jabatannya dicopot sementara dan dia digantikan oleh wakil kepala daerah dimaksud. Jadi jika pelayan publik tidak memberikan pelayanan publik dengan baik kepada masyarakat, maka jabatannya bisa jadi taruhan. Karena itu, sekarang para pelayan publik di instansi pemerintah harus benar-benar melayani masyarakat dengan baik dan benar.

Jika tidak maka bukan yang bersangkutan saja yang terkena sanksi, namun juga atasannya hingga ke pucuk pimpinan jika tidak mengindahkan rekomendasi Ombudsman.***

Beban Jika Belum Selesai
"HIDUP ini hanya sementara saja maka sebisa mungkin kita harus berarti bagi orang lain. Dalam pekerjaan ini, saya hanya ingin membantu orang sebanyak-banyaknya sesuai dengan kemampuan saya," kata Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, SH, Sabtu (19/9/2015), saat ditanya soal prinsip hidupnya.

Banyak suka-duka yang dirasakan suami dari Imelda Katarina Ola Ina ini. Menurut Darius, dia merasa enjoy dalam menjalankan tugasnya itu. Namun ada sedikit beban karena gajinya berasal dari pajak rakyat, baik dari orang kaya maupun orang miskin yang berjualan sirih pinang dan sayur mayur. Karena itu, dia terbeban jika ada laporan pengaduan yang belum bisa diselesaikannya.

"Saya sedih dan beban kalau ada laporan pengaduan masyarakat yang belum bisa terselesaikan. Namun sebaliknya, saya senang dan bahagia jika laporan masyarakat itu bisa terselesaikan dengan baik dan melihat para pelapor tersenyum bahagia karena masalahnya sudah bisa diselesaikan," kata ayah dari Antonio Guevara Kia Usen dan Adinda Veronika Barek Miten ini.

Alumnus Fakultas Hukum Undana Kupang ini mengaku sering hendak dihadiahi oleh para pelapor yang laporan pengaduannya sudah diselesaikan, namun hadiah itu sering ditolaknya.

"Saya sering menolak pemberian hadiah dari pelapor sebagai ucapan terima kasih karena masalah mereka sudah terselesaikan. Apalagi para pengusaha, kalau saya belanja di tokonya, mereka selalu tidak mau menerima pembayaran karena itu saya selalu menghindari belanja di toko mereka. Begitupun beberapa dokter, tidak mau dibayar karena masalahnya pernah diselesaikan Ombudsman. Akhirnya saya terbebani sehingga saya tidak mau lagi ke toko dan ke tempat praktek dokter itu," kata Darius.

Ditanya mimpinya, Darius mengatakan, dia sangat ingin suatu saat ada perubahan sistem pelayanan publik yang standar dan dijalankan dengan baik dan benar oleh para pegawai pada instansi pemerintah dan swasta sehingga masyarakat tidak lagi dikecewakan. (vel)

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help