Tamu Kita

Dibisiki Mengurus Anak Jalanan

Mengurusi anak-anak jalanan, pendorong kereta, anak penjual kertas kresek dan anak pemulung bukan hal baru bagi Fony Mella.

Dibisiki Mengurus Anak Jalanan
PK
Fony Mella

Untuk melakukan bimbel tentunya perlu ada tenaga-tenaga khusus? Apakah Anda menyiapkannya?
Untuk tenaga bimbel, saya senang sekali banyak volunter (sukarelawan) yang mau bergabung di sini. Mereka ini adalah para mahasiswa dari Undana. Mereka dengan senang hati mau membantu saya memberikan bimbel kepada anak-anak jalanan ini. Saya tidak sendiri bekerja, tetapi dibantu suami dan para volunter.

Para volunter ini digaji?
Sama sekali tidak dibayar, mereka bekerja dengan sukarela dan melayani dengan kasih. Mereka sendiri yang terpanggil untuk melakukan pelayanan di rumah singgah ini. Sejak awal ketika para volunter menyampaikan keinginan untuk membantu, saya sampaikan bahwa lembaga ini tidak bisa membayar apalagi menggaji volunter.

Karena lembaga ini didirikan untuk pelayanan sosial. Kami belum disponsori, dan kami masih mencari funding sendiri. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan kalau ada 'berkat', saya juga memberikan kepada para volunter saya. Mereka menyampaikan, tidak masalah karena mereka sendiri bekerja untuk melayani.

Bagaimana pengawasannya sehingga tahu kalau mereka sedang sekolah?
Kebanyakan mereka sekolah bersama teman-teman, jadi ketika ke sekolah kami cek teman-teman atau guru. Kami bantu mencari sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka.

Apakah Anda juga bertemu orangtua dari anak-anak ini?
Kami memang sering melakukan kunjungan rumah kepada setiap orangtua dari anak-anak yang kami bantu. Seminggu sekali kami melakukan kunjungan, dan memang kami tahu persis lokasi tempat tinggal mereka di mana. Kepada orangtua kami juga memberikan motivasi agar bisa memperhatikan anak sekolah.

Karena, bagaimana pun juga keluarga adalah dasar atau fondasi awal untuk membentuk karakter anak. Kami hanya bisa memotivasi dan memberikan bantuan materil, tetapi keluarga tetap yang utama.

Mengapa Anda terpanggil untuk melakukan pekerjaan seperti ini. Karena, banyak orang melihat anak jalanan, mengatakan kasihan atau prihatin dan sebatas itu. Tanpa ada aksi. Bagaimana menurut Anda?
Heheheh ya, prihatin memang banyak orang prihatin. Tetapi bagi saya, semua terinspirasi oleh Tuhan sendiri dan saya mengikuti-Nya. Tuhan Yesus mengasihi orang tidak hanya berbicara, tetapi Dia pergi dan melakukannya. Kalau hanya tergerak saja dan tidak melangkah, sama saja bohong, kasihnya di mana.

Jadi, yang pertama terinsipirasi dari pekerjaan Tuhan sendiri. Saya merasa Tuhan Yesus adalah model yang tepat untuk dicontohi. Tuhan sendiri pergi mencari orang berdosa, orang miskin. Sebagai umat-Nya, saya wajib mengikuti teladan- Nya.

Adakah motto khusus yang menginspirasi Anda menjalani hidup seperti ini?
Di Obor Timor Ministry ini saya sendiri memiliki motto pribadi 'Dengan Iman dan Belas Kasihan, Kami Melayani'. Jadi, saya percaya bahwa selalu ada jalan dan berkat untuk anak-anak ini.

Dan, saya melakukan pelayanan dengan tulus, dengan kasih dan penuh kerendahan hati kepada anak-anak, tanpa meminta balasan. Saya hanya berharap anak-anak ini bisa sekolah dengan baik untuk memperbaiki masa depan mereka.

Halaman
1234
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help